The best is yet to come

“The truth is that while you are not totally responsible
for what does and doesn’t happen to you,
you are responsible for how you respond to what happens to you.”
Kebenaran berkata demikian, walau pun Anda tidak bertanggung jawab
atas apa yang terjadi atau tidak terjadi pada diri Anda,
Tetapi Anda bertanggung jawab bagaimana cara Anda
menanggapi apa yang terjadi pada diri Anda

Apakah kita sudah mendapat yang terbaik dalam hidup ini? Apakah kita sudah mencapai kepuasan kita dan ingin berhenti berkarya dan menikmati hidup ini saja,? Dalam hidup memang tidak ada yang salah atau benar tergantung dari titik mana kita memandang.

Banyak orang yang cepat puas dan tidak sadar bahwa sebenarnya dalam hidup ini selalu ada harapan baru, ada peluang baru walau pun usia kita sudah terus menanjak.

Banyak orang berpikir kalau dia sudah tua dia menjadi tidak berguna. Ini merupakan pandangan yang salah atau membenarkan diri, Kalu kita sadar orang yang lebih tua justru menmiliki pengalaman, wisdom yang luar biasa.Hal ini tidak dapat terjadi secara instan. Hanya seringkali mereka tidak sadar bahwa tumpukan pengalaman ini  merupakan suatu hal yang luar biasa.Beberapa minggu yang lalu ada seorang pendengar berusia 58 tahun menamakan dirinya golongan pasrah,Wah apa ia kita harus pasrah, karena yang terbaik masih akan datang, Jangan sekali-kali kita lupa bahwa Tuhan melahirkan kita di dunia untuk suatu pesan, misi untuk mengisi kehidupan kita sampai kita dipanggil.

Mungkin anda pernah membaca atau menonton film Harry Porter. Joanne Kathleen Rowling, yang menulis Harry Porter ketika keadaanya sangat memprihatinkan, Saat itu ia mendapat santunan  dari pemerintah karena keadaan ekonominya. Ia belum tua, hanya merasa hidupnya sudah tidak berguna, Ia berada pada titik terendah dalam hidupnya. Dengan segala keterbatasannya,ia terus bersemangat menuliskan kisah fenomenal Harry Potter. Ia berkarya dengan  mesin ketik tuanya,

Di jaman modern ini ia tidak mampu membeli komputer.  Pengetikan itu dilakukan karena ia tak mampu membayar biaya fotokopi untuk diserahkan pada penerbit. Bayangkan keadaannya. Setelah menulis  ia tersandung rintangan saat karyanya ditolak. Namun pada akhirnya, wanita miskin itu pun menjadi penulis terkaya di dunia, karena terus berjuang.Ia menantikan sesuatu yang baik dalam hidupnya.

Anda pun masih dapat berkarya secata luar biasa tanpa melihat batasan umur, kekayaan atau kepintaran. Lakukan langkah-langkah berikut:

1. Pantang menyerah
Kita jangan pernah menyerah karena keadaan yang kita lihat atau hadapi. Kita harus tegar berdiri dan melihat ke Atasmelihat harapan dan ke luar dari rumah kita melihat peluang yang ada. Sebenarnya bukan keadaan yang membuat kita menyerah, tetapi kita tidak mau mengatasi  keadaan, atau keluar dari keadaan.,

2. Selalu ada peluang
Di dalam dunia sekecil apapun kemungkinannya selalu ada peluang. Masalahnya apakah kita melihatnya ? Apakah peluang kita selalu tertutup, karena kita mungkin kita salah membuka. Kita membuka pintu yang tidak ada kuncinya dan terus berusaha membukanya. Jadi pintu tidak pernah terbuka, seharusnya kita harus berpindah pintu yang ada kuncinya dan anak kuncinya pas.

Hiduplah dengan bekerja sepenuhnya bekerja  sesungguhnya dengan tetap tersenyum akan apa yang kita peroleh dalam hidup ini.Kesetiaan pada hal yang kecil akan membuka peluang yang lebih besar.

3. Membuat persiapan
Manusia mempunyai garis hidup yang sudah diberikan oleh Tuhan:, Lahir, menjadi anak, sekolah, bekerja, ,menikah, menjadi orang tua, memasuki masa pensiun dan ke liang kubur. Ini namnaya suatu “Life line” atau garis kehidupan.. Masalahanya banyak orang tidak merencanakan garis hidupnya, mereka hidup ke arah mana angin membawa mereka. sehingga banyak yang tersesat. Sayangnya kalau tersesat tidak berbalik dan melanjutkan di jalan yang benar., Manusia tidak mempersiapkan hidupnya. Hidupnya dikebut di  masa muda. Uang yang diperolah  dibelikan barang mewah namun waktu tua menderita. Di Cina kini banyak orang OKB yang membelanjakan semua uangnya untuk barang mewah,

Ada sebuah karikatur menganai manusia tanpa rencana, berbunyi demikian Waktu mahasiswa, punya waktu, engga punya uang
Waktu bekerja, punya uang tetapi tidak punya waktu
Waktu tua, punya waktu, tetapi tidak punya uang.
Ironis sekali

4. Yang terbaik akan datang.
Percaya apa pun situasi anda yang terbaik masih akan datang Kita tidak sbar menunggunya. Apakah Colonel Sanders tahu bahwa pada usia 66 tahun ia akan menilkmati hidup yang luar biasa, dan selama hingga umur 66 tahun ia mendarita terus. Orang yang berutung tidak memiliki segala-galanya dalam hidup ini, mereka hanya mencari yang terbaik yang mereka lihat selama perjalanan hidupnya.

Nah saudara untuk setiap anda yang sedang mendengarkan acara ini, yang terbaik masih akan datang dalam hidup Anda. Percayalah.
Hidup ini unik tergantung bagaimana kita membentuknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s