Foliage?

Saudara mungkin bertanya apa yang saya dimaksud dengan fo le ij? Foliage berasal dari kata daun. Kata ini pertama kali diperkenalkan tahun 1598 dalam bahasa Perancis berbunyi fuellage, dari foille leaf, atau gambaran perubahan daun akibat perubahan musim.

Foliage menggambarkan kehijauan dari daun-daun – kepuasannya telah menerima sinar yang cukup dari sang matahari selama musim panas. Pada setiap musim gugur daun-daun itu akan berubah menjadi warna-warna yang eksotik, dari warna kuning terang sampai merah yang menyala. Daun itu bertransformasi memperlihatkan kekayaan dan denyut warna warninya. Musim foliage ini mulai dari awal September sampai Nopember lalu datanglah musim dingin dimana keindahan ini diliputi putihnya salju. Pada bulan-bulan itu orang berbondong-bondong melihat musim gugur yang indah dan mengagumi keindahan alam yang Tuhan cipatakan.

Alam sangat menghargai apa yang sudah diciptakan Tuhan. Mereka juga sadar bahwa dengan berjalannya waktu mereka pun mengalami matamorfose, dari masa kejayaan menuju masa kematangan dan akhirnya gugur untuk memberi kesempatan pada yang baru untuk tampil. Mereka puas dalam menjalani siklus hidup.

Sebaliknya manusia sering tidak puas dalam hidupnya dan tidak menghargai apa yang sudah dimilikinya dan ingin mendapatkan apa yang belum dimilikinya, Tidak ada salahnya untuk meraih sesuatu yang lebih besar dalam hidup, tetapi belajarlah puas dulu dengan apa yang sudah Tuhan berikan. Manusia sering tidak puas kalau tetangganya, saudaranya, teman kantornya memiliki rumah, mobil, kedudukan yang lebih baik. Kita harus puas dulu dengan apa yang sudah kita miliki, menghargainya dan baru meraih yang lain. Bukankah apa yang kita peroleh sekarang, dulunya merupakan suatu impian kita yang sudah terwujud sekarang.

Rasa puas itu memang tidak ada ukurannya. Kepuasan itu berbeda-beda standarnya untuk setiap pribadi. Daun-daun itu puas dengan kehijauan yang dimiliknya dan memperlihatkan kepuasannya dengan perubahan warna yang menakjubkan. Orang-orang berbondong-bondong melihatnya, mengambil gambarnya untuk diabadikan. Aroma wanginya dan suasana yang diciptakannya memenuhi rongga kehidupan manusia. Itulah foliage.

Kita lupa kepuasan itu bukan akibat mendapatkan apa yang kita miliki, melainkan menerima dengan sukacita apa yang sudah dberikan Tuhan kepada kita, anak-anak yang manis, rumah dan pekerjaan yang baik, kita sering merasa itu sebagai bagian tanggung jawab yang maha kuasa untuk memberikannya kepada kita.

Beberapa tips yang dapat kita pelajari kalau kita puas akan apa yang kita terima dalam hidup ini.

1. Berterima kasihKalau kita dapat merasa puas dengan apa yang telah kita terima. Mungkin suatuhari kita dapat mudah menerima kalau kita kehilangan segala yang kita miliki. Kalau benar kita kehilangan apa yang kita miliki dan kehilangan itu dapat kembali perasaan di hati akan luar biasa. Seperti kisah 33 pekerja tambang di San Jose Cili yang terperangkap di perut bumi sedalam 700 m selama 69 hari (Agustus- Oktober 2010) lebih. Mereka harus puas dengan makan dua sendok tuna, susu dan biscuit selama 48 jam (2 hari) untuk dapat bertahan hidup, Pada waktu mereka mucul di muka bumi dan disambut Presidennya Sebastian Pinera mereka merasa mendapat hidup yang kedua. Sesuatu yang seharusnya sudah hilang yakni nyawa mereka telah dikembalikan Tuhan. Ini suatu keajaiban dan seluruh keluarga berterima kasih yang mendalam.

2. Kepuasan itu mahalAda banyak orang yang kaya tetapi tidak puas dan tidak dapat menikmati hdupnya,namun ada orang yang tidak kaya menikmati apa yang dimilikinya, misalnya dengan mencari kutu dikepala temannya saja sudah memberi kepuasan. Kepuasan itu tidak dapat diukur dari besarnya materi, kekuasaan dan pengaruh yang kita miliki, tetapi bagaimana kita puas dengan apa yang sudah kita miliki dan membagikan kepuasan dengan orang lain

3. Hargai apa yang sudah diberikanSesuatu yang kita dapat bukan kewajiban orang atau Tuhan memberikan kepada kita,tetapi merupakan anugerah yang diberikan Tuhan atas permintaan yang kita ajukan.Mengapa setelah beberapa waktu apa yang tadinya kita rasakan berharga menjadi tidak berharga lagi? Karena kita tidak pernah merasa puas, selalu merasa kekurangan dibandingkan milik orang lain.

Segala sesuatunya di dunia ada waktunya, ada waktu lahir, bertumbuh dan berakhir,yang penting misinya telah diselesaikan. Tidak ada yang abadi di dunia. Dalam mengisi kepuasan jangan tanyakan apa yang dunia ini telah berikan kepada kita, tanyakan pada diri sendiri apa yang kita telah berikan kepada dunia.

Hidup ini bukan untuk mengeluh, tetapi untuk merasa puas diri Henry David Thoreau

One thought on “Foliage?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s