PERSIAPAN FRIENDSHIP CAMP 2010

PROPOSAL FRIENDSHIP CAMP VI
SD KRISTEN TRI TUNGGAL
SEMARANG 2009/2010

1. Dasar Pemikiran
Wilayah Indonesia yang rawan gempa dan beberapa kejadian gempa sebelumnya, semakin meyakinkan kita untuk merancang suatu rumah yang tahan terhadap goncangan gempa atau minimal dapat meminimalisir kehancuran saat gempa terjadi. Merancang rumah tahan gempa pada dasarnya membutuhkan dua hal untuk diperhatikan. Pertama, adalah struktur rumah, untuk bertahan terhadap gempa dibutuhkan struktur yang kokoh. Struktur yang kokoh dapat dimulai dari pondasi yang dalam dan kuat. Kedua, adalah materi yang digunakan haruslah benar-benar berkualitas dan memberikan daya tahan yang kuat.
Sangat baik untuk mempersiapkan pondasi yang kuat bagi kehidupan anak-anak dewasa ini yaitu melalui pengenalan akan Kristus dan keputusan untuk menerima-Nya sebagai Juruselamat pribadi. Dalam kitab Ibrani 12 : 25-28 dengan jelas mengatakan bahwa kita telah menerima Kerajaan yang tidak tergoncangkan. Firman inilah yang menjadi dasar tugas yang diberikan oleh Allah kepada Sekolah Kristen Tri Tunggal untuk mempersiapkan generasi-generasi Allah yang tidak tergoyahkan dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Maka melalui acara Friendship Camp ini diharapkan dapat mempersiapkan setiap siswa kelas 6 untuk menjadi anak-anak yang memiliki pondasi hidup yang kuat dalam Kristus dan berguna dikemudian hari. Melalui acara ini juga diharapkan komunikasi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara pihak sekolah dan orang tua murid dapat terjalin dengan semakin erat sehingga orang tua juga dapat mengambil peran yang besar dalam membangun kehidupan anak-anak mereka.

II. Tujuan
Setelah mengikuti Frienship Camp diharapkan anak-anak :
1. Mengambil keputusan untuk menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka secara pribadi.
2. Siap menghadapi dan melewati masa pra-remajanya dengan pondasi yang kuat berdasarkan iman kepada Allah.
3. Secara mandiri memiliki filter yang kuat untuk menyaring informasi yang mereka terima agar mereka bisa bertumbuh dengan positif.
4. Memiliki karakter pribadi yang kuat
5. Dapat mengambil keputusan benar untuk mengikuti firman Tuhan dalam kehidupan mereka setiap hari.
III. Tema umum
Tema umum yang “ UNSHAKEABLE GENERATION “

IV. Sasaran
1. Anak-anak kelas VI SD Kristen Tri Tunggal Semarang, rata-rata berumur 11-12 tahun.
2. Jumlah mereka yang mengikuti kegiatan ini adalah 160 anak.

V. Waktu dan tempat pelaksanaanWaktu
1. Waktu : Kamis-Sabtu, 7-9 Januari 2010.
2. Tempat : Salib Putih, Salatiga.

VI. Pembicara
1. Ev. Samuel Sianto dari Malang
2. Ev. Rita Bensohur dari Semarang

PENJELASAN SETIAP SESSION

I. SESSION I: Take Me Out Jesus

a. Dasar Pemikiran

Setiap manusia harus menyadari bahwa sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka semua manusia yang merupakan keturunan manusia pertama juga telah berdosa. Tidak ada seorangpun yang benar dan tidak ada seorangpun yang dapat menyelamatkan dirinya. Semua usaha sia-sia justru membuat manusia itu semakin jatuh ke dalam dosa dan Firman Tuhan mengatakan bahwa upah dosa adalah maut. Karena itu kesadaran akan hakekat manusia sebagai orang berdosa harus juga dimiliki oleh setiap anak-anak sehingga mereka benar-benar membutuhkan pengampunan Kristus.

b. Tujuan

Setelah mengikuti session ini anak-anak :
1. Sadar bahwa diri mereka yang merupakan keturunn Adam dan Hawa adalah manusia yang penuh dengan dosa.
2. Sadar bahwa sejak lahir sudah berdosa dan semakin dewasa mempunyai kecenderungan untuk semakin berbuat dosa.
3. Sadar bahwa dosa semakin banyak dan tidak berdaya karena dosa-dosa itu. Sehingga anak-anak secara pribadi benar-benar membutuhkan seorang Juruselamat yang dapat menebus mereka dari dosa dan kematian kekal.

c. Bentuk acara : Kotbah dan Refleksi diri

d. Pembicara : Ev. Samuel Sianto

II. SESSION II : He Love Me Pull

a. Dasar Pemikiran

Allah mengasihi manusia dari dulu hingga sekarang. Allah tidak dapat menyangkali diri-Nya bahwa Ia adalah Allah yang sangat mengasihi manusia ciptaan-Nya. Bahkan ketika manusia ada di dalam keadaan berdosa, Allah tetap mengasihi manusia. Wujud dari kasih Allah adalah Ia mau datang ke dunia untuk mati demi menebus manusia.

b. Tujuan

Setelah mengikuti session ini, anak-anak :
1. Sadar akan kasih Allah yang besar
2. Mengetahui tindakan Allah sebagai wujud kasih-Nya kepada manusia
3. Mau meresponi kasih Allah di dalam hidupnya secara pribadi dengan mengambil keputusan menerima Kristus sebagai Juru Selamat

c. Bentuk acara : KKR ( KKRnya tidak perlu altar call tetapi siswa-siswi cukup berdiri di tempat dan meminta anak-anak untuk menaruh tangan di dada ) kemudian Ev. Samuel Sianto dapat memimpin anak-anak berdoa untuk menerima Kristus sebagai Juruselamat.

d. Pembicara : Ev. Samuel Sianto

III. SESSION III : Metamorpho Self

a. Dasar Pemikiran

Kesadaran yang ada pada diri seseorang setelah ia mengetahui kasih Allah begitu besar di dalam hidupnya adalah mau menghargai kasih itu dengan mengekspresikannya melalui hidupnya. “Berubah dan berbuah” adalah hal-hal yang harus dilakukan bagi orang-orang yang sudah merasakan kasih Allah di dalam hidupnya.

b. Tujuan

Setelah mendengarkan Firman Tuhan melalui session ini, anak-anak yang sudah merasakan kasih Tuhan, boleh mengambil tekad untuk mengasihi Tuhan sepenuh hatinya dan ditantang untuk dapat menunjukkan sikap hidup yang berubah dan berbuah bagi Tuhan.

c. Bentuk acara : Pengambilan komitmen oleh Ev. Samuel Sianto.

Setelah itu dilanjutkan dengan acara pembekalan iman yang akan diberikan oleh Ev.
Samuel Sianto dan Ev. Rita Bensohur di 2 ruangan yang berbeda :

 Ruang komitmen untuk hidup dalam Kristus ( bertumbuh dan berakar dalam Kristus ) oleh Ev. Samuel Sianto
 Ruang komitmen untuk berubah dan berbuah bagi Kristus oleh Ev. Rita Bensohur
 Ruang bagi mereka yang ragu-ragu atas pilihannya akan ditangani oleh kerohanian bersama dengan ms. Bifi

d. Pembicara : Ev. Samuel Sianto

IV. SESSION IV : Heavenly Mindset

a. Dasar Pemikiran

Terkadang orang mengistilahkan masa remaja adalah masa “tanggung”. “Tanggung” kalau disebut masih kecil tapi secara fisik mereka mengalami perubahan-perubahan luar biasa tetapi “tanggung” juga kalau mereka disebut dewasa karena mereka masih kecil. Fakta yang ada berkata bahwa di masa inilah mereka mengalami perubahan yang sangat besar dalam dirinya. Bukan hanya secara fisik tetapi juga pembentukan identitas diri. Di masa inilah mereka mulai kritis dan mulai muncul pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan diri anak, khususnya masalah pertumbuhan seksualitasnya.

Dunia bukan hanya mempengaruhi cara berpikir remaja. Tidak kalah dashyatnya, dunia juga mempengaruhi dan berusaha menawan desire/hasrat hati mereka. Bagaimana remaja Kristen mampu menggembalakan hasrat-hasrat batinnya sesuai dengan Firman Tuhan, sehingga mereka boleh dimerdekakan dari desire-desire yang tidak kudus?

Belum banyak orang tua berperan sebagai guru kepada anak dalam hal ini. Anak cenderung “bergerilya” mencari sendiri melalui teman, TV, buku, internet, dll. Perlu disadari tidak semua informasi yang mereka dapatkan dari hasil “bergerilya” adalah informasi yang benar. Karena itulah anak perlu untuk mengenal dirinya lebih baik lagi dan akhirnya dia dapat bertumbuh sehat baik fisik maupun rohaninya. ( kalau bisa juga minta dibahas mengenai gejala melonjaknya pornografi diantara remaja sekarang ini serta akibat-akibat yang diterima jika terjerumus di dalam dunia pornografi )

b. Tujuan

Setelah mengikuti session ini, anak-anak :
1. Mereka benar-benar mengenal siapa dirinya baik dari pertumbuhan secara fisik dan psikologi
2. Mensyukuri setiap perubahan di dalam dirinya adalah karya Allah yang luar biasa
3. Memiliki pikiran surgawi yang sesuai dengan pikiran Kristus dalam kehidupan remaja dewasa ini dalam menjalani hidup dengan kudus ( khususnya seksualitas )

c. Bentuk kegiatan : Ceramah, diskusi dan tanya jawab

Keterangan penting :

– Ev. Samuel Sianto menyampaikan materi ini kepada kelompok putra
– Ev. Rita Bensohur menyampaikan kepada kelompok putri
– Pada akhir session para pembicara diharapkan dapat menantang para peserta untuk melakukan pemberesan berkenaan dengan kekudusan hidup
– Pembicara menyampaikan kepada mereka jika ada dari antara mereka yang ingin di konseling panitia telah mempersiapkan team konseling
– Dilanjutkan konseling kepada anak-anak yang memang membutuhkan secara pribadi oleh team konseling yang telah disiapkan

d. Pembicara : Ev. Samuel Sianto dan Ev. Rita Bensohur

V. SESSION V : Father’s Heart

a. Dasar Pemikiran

Dalam pertumbuhan yang baik dibutuhkan pemulihan di segala aspek kehidupan. Termasuk di dalamnya pemulihan hubungan antara anak dan orang tua (keluarga). Sangat dimungkinkan terjadinya “kendala” dalam pertumbuhan itu karena hubungan antara orang tua dan anak yang kurang baik. Oleh karena itu, orang tua diundang sebagai tamu kehormatan di acara ini untuk bersama-sama merasakan kehidupan yang “diubahkan” itu bersama-sama anak-anak mereka.

b. Tujuan

Setelah mengikuti session ini diharapkan hubungan orang tua dan anak dapat dipulihkan dan diteguhkan kembali dalam kerangka kasih Kristus yang mengubahkan.

c. Bentuk kegiatan : KKR Rekonsiliasi dan kesaksian dari satu keluarga ( 1 murid dan orang tua murid )

d. Pembicara :
– Ev. Samuel Sianto melayani anak-anak kelas 6 secara keseluruhan
– Ev. Rita Bensohur melayani orang tua murid

VI. SESSION VI : UnShakeAble Generation

a. Dasar Pemikiran

Generasi yang dibutuhkan Bangsa ini adalah generasi yang kuat, bukan hanya pintar, cerdas, berpengetahuan, bergelar atau …. Allah memerlukan generasi yang kuat untuk menjadi alat-Nya memberkati bangsa ini. Generasi yang kuat; kokoh, tak tergoyahkan, tahan banting, tahan pukul, tidak mudah putus asa atau lemah, apa lagi bunuh diri. Bagaimana agar menjadi Generasi yang kuat? Generasi yang kuat adalah generasi yang berdiri dan berjalan di atas Firman Allah sebagai pedoman hidupnya.

Generasi yang kuat tidak jatuh bila diperhadapkan godaan dan pencobaan, contohnya Yusuf. Sekalipun ia digoda dari hari ke hari oleh istri Potifar, ia tidak jatuh! Yusuf mempertahankan kesuciannya, akhirnya ia bisa mengubahkan nasib bangsa Mesir bahkan bangsa disekelilingnya.
Membuka mata anak-anak peserta camp bahwa hidup di tengah zaman globalisasi ini tidaklah mudah. Lingkungan banyak memberi dampak bagi kehidupan pribadi, baik itu dampak positif maupun yang negatif. Tantangan yang mereka hadapi pada zaman ini lebih banyak dibandingkan zaman dahulu. Lingkungan pergaulan yang buruk sangat berpengaruh bagi masa depan mereka. Tawaran kenikmatan dunia kadangkala membuat mereka tidak dapat memutuskan mana yang harus mereka pilih. Rokok, minum-minuman keras, memakai obat-obatan terlarang menjadi trend dikalangan anak muda yang menjalankan pergaulannya. Oleh karena itu, anak-anak diharapkan dapat waspada dan mawas diri menghadapi pergaulan yang menyesatkan, dan tetap dapat memilih untuk berpegang pada Firman Tuhan walau dijauhi dari teman-teman.

b. Tujuan

Setelah mengikuti session ini anak-anak :
1. Menjadi generasi yang kuat, berdiri dan berjalan di atas Firman Allah sebagai pedoman hidupnya.
2. Memelihara hidup yang kudus dan benar dihadapan Allah
3. Dapat memilih pergaulan yang benar
4. Mengerti bahaya-bahaya dari pergaulan bebas
5. Dapat berkata tidak kepada pengaruh buruk yang ada di sekitar mereka
6. Berani tampil beda di dunia yang menyeret banyak orang dalam kebinasaan

c. Bentuk Acara : Ceramah, kesaksian dan diskusi

d. Pembicara : Ev. Samuel Sianto

VII. SESSION VII : : Our Mission

a. Dasar Pemikiran

Anak-anak dapat ditolong dalam langkah-langkah praktis bagaimana untuk menjadi seorang pemenang. Mungkin selama ini mereka tidak tahu bagaimana seharusnya menjadi anak Tuhan yang menyenangkan hati Tuhan. Mungkin selama ini mereka sudah berbuat tetapi apa yang mereka lakukan ternyata masih belum benar. Melalui sesi inilah mereka diteguhkan bagaimana mereka sebagai anak-anak Tuhan dapat menjadi pemenang. Mereka diutus pulang kembali ketengah-tengah keluarga dan lingkungan dengan keyakinan bahwa mereka dapat menjadi orang-orang yang berbeda sebab mereka adalah orang-orang yang telah menang.

b. Tujuan

Setelah mengikuti session ini anak-anak :
1. Mengerti bagaimana bertindak sebagai anak-anak yang telah menang
2. Kembali ke tengah-tengah keluarga dan menjadi kesaksian bagi orang tua dan teman-teman

c. Bentuk Acara : Ceramah dan Pengambilan Komitmen

d. Pembicara : Ev. Rita Bensohur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s