Instan MIE

Sikap positif tidak hanya akan mengubah hidup Anda, tapi juga akan mengubah dunia Anda
George Shim

Siapa yang tidak mengenal mi instan. Setiap tahunnya 55 milyar mi instan dilahap manusia di dunia. Suatu angka yang luar biasa bukan? Rasanya di Indonesia setiap orang pernah mencoba rasanya mi instan yang beragam. Rasanya nyam, nyam.

Suatu hari ada satu keluarga merayakan reuni keluarga di Puncak dengan menyuguhkan mi instan. Masalahnya di vila Puncak yang ada tersedia berbagai macam mangkok dan piring dengan motif yang berbeda-beda, Ada yang nampaknya mewah dan ada yang sederhana saja. Sang tuan rumah lalu memasak mi isnstan dan menaruhnya di berbagai mangkuk dan piring yang berbeda,

Tuan rumah mengamati para tamunya dan ternyata bentuk mangkok atau piring yang ada berpengaruh juga pada pilihan tamunya, Semua orang berusaha mengambil mangkok dan piring yang terbaik dan meninggalkan yang kurang baik,Tuan rumah berpikir apakah masakannya berbeda kalau di taruh di mangkok dan piring yang bagus dengan yang kurang bagus. Menurut nalarnya rasa minya jelas tidak berbeda.

Namun itulah gambaran manusia sesungguhnya, mereka selalu ingin mendapatkan yang terbaik buat dirinya terlebih dahulu. Siapa yang mau mendapatkan yang buruk? Jelas tidak ada. Tindakan memilih yang terbaik bagi diri sendiri memang suatu tindakan manusiawi.

Bagaimana dengan ajaran yang kita kenal, “ Siapa yang direndahkan akan ditinggikan dan yang ditinggikan akan direndahkan ?”

Artinya di dunia kesederhanaan penting dibandingkan dengan keindahan. Mi isntan itu adalah kita dan wadahnya adalah bagaimana kita tampak dari luar, hal yang tidak esensial. Sebenarnya mana yang penting rasa minya yang enak atau keindahan piringnya, Jelas yang enak kan mi instannya, Mi dan perlengkapannya menggambarkan kehidupan yang diberikan oleh Tuhan. Mi isntan lah yang menjadi hal yang utama adalah gambaran kehidupan yang diberikan Tuhan kepada kita. Piringnya adalah alat untuk menjalankan kehidupan ini.

Tuhan memberikan kita pekerjaan, penghasilan, pendidikan untuk dapat menjalankan kehidupan ini, yakni itu adalah piringnya. Apa gunanya kalau kita punya piringnya, tetapi tidak mempunyai mi nya, tidak akan mengatasi kelaparan kita bukan.?

Piring sebagai alat dipakai untuk merubah kualitas hidup kita. Allah memberi kita kehidupan, isi kehidupan ini kita yang tentukan. Apakah untuk bermalas-malasan atau menghasilkan sesuatu bagi kepentingan banyak orang ?

Apakah hidup ini untuk kita sendiri atau kita dapat berbagi dengan orang lain?
Demikian seharusnya kehidupan kita, hidup kita adalah untuk berbagi dengan orang lain. Kehidupan kita harus berdampak dan dirasakan orang disekeliling kita. Kesaksian kita membuat lingkungan menjadi harum, karena orang-orangnya mencium bau kehidupan anak-anaknya..

Beberapa langkah yang penting.
1 . Hidup rendah hati
Hidup kita jangan mempersulit kehidupan orang lain, jangan mempergunakan kekuasaan kita untuk membuat orang menjadi menderita. Kekuasaan ada batasnya. Hanya ketika Anda di atas anda dapat melakukan tindakan otoriter. Banyak orang yang saya temui waktu mereka sudah turun, tidak lagi ada yang menyapanya. Mantan rektor saya mempunyai tempat parkir khusus waktu dia menjabat, waktu sudah turun tidak ada tempat lagi untuk beliau. Saya memang tidak mempunyai keistimewaan apa-apa , tetapi orang banyak menolong saya.

2. Tebarkan kasih
Berapa penuhnya gelas kasih Anda, Kalau gelas Anda kosong, maka Anda akan selalu menuntut kasih dari orang lain, kasih yang satu arah. Penuhilah gelas kasih Anda dengan berbuat baik pada orang lain, mencari solusi bagi kehidupan orang yang sudah berat. Kasih itu selalu kreatif dan ketakutan selalu bersifat destruktif. “Kalau saja Anda cukup mengasihi orang lain Anda akan menjadi orang paling kuat di dunia” Emmet FoxAn

3. Perhatikan orang lain
Perhatikan kepentingan orang lain, di atas kepentingan kita sendiri., kata “You” atau kamu harus lebih dominan dalam kamus kita daripada kata “I” atau saya. Kapan terakhir kali Anda memberi perhatian kepada orang lain? Kalau sudah satu bulan rasanya sudah kelamaan. Kata orang Jepang pujian bisa menghangatkan musim dingin“. Banyak sekali orang haus akan perhatian orang.

4. Berbicaralah dengan sabar
Suara yang sabar seperti air ditengah gurun. Manusia menyenangi suara yang sabar, sebab mereka jarang menemuinya. Kesabaran menggambarkan suatu kondisi orang yang sudah matang mengenyam kehidupan ini.

Kalau orang tua sabar mengajari anaknya, anaknya alan tumbuh menjadi anak yang luar biasa. Anda mungkin pernah nonton film “Nanny 911” di TV, itulah gambaran bagiamana seorang Nanny mendidik anak yang bandel luar biasa, menjadi anak yang penurut.

Ingat mana yang lebih penting mis instan atau piringnya, keharuman kehidupan anda atau pernik –pernik disekeliling Anda ? Bagi orang disekeliling anda mi isntannya yang penting, Yakni kehadiran Anda Bukti kehidupan anda.

Just open your eyes, and see that life is beautiful
Sutradara Roberto Benigni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s