Spiritual divide – SPIRITUAL DIVIDE

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu,
Carilah, maka kamu akan mendapatkan
Ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu

Apakah manusia dapat hidup dengan makan roti saja? Banyak orang mengalami kecukupkan secara jasmani, tetapi mengalami kekosongan secara rohani. Mungkin ia merasa tidak ada gunanya? Hartanya yang tidak terhitung banyaknya tidak dapat membeli kedamaian yang diperlukannya. Kedamaian dan ketenangan suatu komoditi yang mahal yang tidak dapat dibeli, tetapi harus dicari dan diminta.

Hidup seseorang harus seimbang. Spiritual divide menggambarkan kesenjangan antara kehidupan jasmani dan rohani. Orang terlalu menekankan pada masalah jasmani, rumah, mobil, pelengkapannya itu penting. Mereka semua tidak mempunyai spirit. Ada rumah mewah tetapi tidak ada spirit di dalamnya. Namun ada rumah sederhana dengan penghuninya yang penuh keceriaan.

Apakah hidup kita bisa dibagi menjadi dua duniawi saja atau rohani saja? Mana yang lebih menguasai hidup kita? Banyak orang sadar bahwa hidup itu perlu keseimbangan tetapi tidak mau melakukannya. Asal dapat makan dan minum kita bisa bertahan hidup. Soal spiritual nanti dulu, spiritual kan benda yang tidak nampak, kita dapat saja mengabaikannya. Jangan salah saudara orang bunuh diri, membunuh, menghina, merampas hak orang lain terjadi karena kemiskinan rohani.

Mengapa orang makan secara jasmani tetapi tidak mengenyangkan rohaninya ?
Kenapa orang hanya bertumpu pada rmasa kini, tidak berpikir pada masa depan?
Iri hati benci, bunuh, fitnah tidak menjadi masalah asal saya sendiri tenang dalam kehidupan ini. Apa betul? Apakah orang dapat hidup tenang setelah berbuat jahat pada orang lain. Dari luar mungkin bisa, tetapi dari dalam?

Ketenangan jiwa itu sulit dan mahal dan sulit dicari. Ia bagai tetes embun di padang pasir.
Raja saul selalu mengejar daud. Ia tidak bisa tenang sebelum membunuh Daud. Tetapi orang yang lebih rohani yang menang.

Sebenarnya kita tidak boleh mengotak-ngotakkan antara masalah duniawi dan rohani. Dalam kerja duniawai kita, kita juga harus berpikir secara spiritual. Perlakukan karyawan dengan penuh kasih. Bekerja dengan tekun dan memajukan usaha dimana kita kerja.

Dalam spiritual kita juga harus berpikir bahwa kita masih ada di dunia, Kalau kita hanya memenangkan diri kita saja menjadi spiritual tetapi tidak dapat memenangkan orang lain, maka kita akan sulit berkembang dan gagal. Supaya ada keseimbangan maka hidup kita perlu hal-hal berikut :

1. Nilai-nilai yang jelas
Di dunia ini hanya ada 10% orang yang mempunyai, menganut dan melaksanakan nilai-nilai yang jelas dalam hidupnya. Banyak orang bergerak dalam nilai abu-abu, sehingga terjadi kompromi. Mereka tidak jelas apakah Ini dunia atau rohani. Pengkotakannya begitu jelas.

Nilai-nilai hidup itu sangat penting karena mereka akan menjadi penggerak dalam keberadaan kita. Kalau kita memegang pada nilai-nilai kita, maka kita tahu arah hidup kita yang jelas. Kemana kita akan pergi. Nilai ini menggerakkan sikap kita dan kita akan bergerak pada tujuan kita.

Manusia tidak bisa terlalu fokus pada banyak hal, mereka harus memilih pada hal-hal yang penting saja, Hal –hal yang mempengaruhi hidup mereka. Kalau anda disuruh pilih nilai mana yang anda ambil, spiritual atau duniawi.

2. Hidup penuh konflik
Hidup ini penuh dengan konflik. Seorang rohaniawan sekali pun akan mengalami konflik, apalagi orang biasa yang kerohaniannya belum tentu seimbang dengan jasmaninya. Berapa waktu yang kita sediakan untuk aktivitas rohani? Hanya waktu makan dan tidur atau sepanjang hari bekerja secara rohani. Yang disebut spritual divide adalah seperti digital divide. Digital divide adalah kesenjangan yang terjadi di dunia ini dalam bidang teknologi informasi, Kesenjangan yang membedakan orang melek tekonologi di kota dan didesa. Demikian juga dengan spritual divide. Kalau kita miskin secara rohani, kaya secara jasmani, maka kita sulit mengatasi konflik. Kita tidak memliki pegangan apa-apa untuk mengatasi konflik yang kita hadapi.

3. Keputusan
Kalau kita mempunayai nilai-nilai yang kita hayati, maka dalam kesulitan kita dapat menyerahkan keputusan pada yang sudah kita tetapkan. Misalnya Walt Disney dengan Disneyland nya mempunyai nilai nomor 1 yang jelas soal keputusan yang penting yakni keselamatan pengunjungnya. Kalau ada sedikit jeritan pengunjung, para pemandu Walt Disney harus segera bertindak meninggalkan pertunjukkan yang sedang dilakukannya, kalau perlu. Jadi mereka mempunyai patokan yang jelas dalam mengambil keputusan karena mengacu pada nilai-nilai yang sudah ditetapkan

4. Ujian akhir
Entah kita lebih memikirkan masalah spiritual atau duniawi hidup kita akan berakhir dengan suatu ujian. Saudara tentu sadar bahwa ujian secara duniawi tidak dapat ditawar lagi yakni setiap orang pasti akan meninggal. Tetapi keputusan lulusnya ujian spiritual ditentukan sekarang selagi anda masih hidup! Yah sekarang ini ! Kemana akan berada di akhir ujian hidup, surga atau neraka, akan ditentukan oleh nilai spiritual yang anda anut sekarang.

Nah saudara pilihan ditangan anda, keseimbangan apa yang anda miliki? Itulah yang menentukan jalannya hidup anda saat ini dan di akhir nanti. Krisis tak dapat dihindari, Satu-satunya hal yang menjadi masalah adalah bagaimana Anda menghadapinya saat krisis itu datang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s