MILLER on Biblical Theology and Christian Education

Miller mengungkapkan pandangannya secara rinci mengenai ruang lingkup kurikulum dalam bukunya Biblical Theology and Christian Education. Di sana ia mengandaikan amanat Alkitab sebagai drama keselamatan yang terbagi dalam lima babak : penciptaan, perjanjian, penebus, persekutuan, dan penggenapan. Kelima babak tersebut dilengkapi dengan satu babak lagi yakni pengabdian. Dalam hal ini terdapat dua pendekatan, yakni:

1. Bahan-sentris →

a. Alkitab-sentris: mengutamakan pengetahuan Alkitab.

b. Gereja-sentris: mempelajari sejarah gereja, ciri khas sinode, dll.

c. Teologi-sentris: mengutamakan ajaran teologi tertentu.

2. Kehidupan/ Pengalaman-sentris →

Mengutamakan perkembangan pelajar sebagai seorang yang utuh, yaitu :

a. Kebutuhan bertindak

b. Kebutuhan mengetahui

c. Kebutuhan mempercayai

Kedua kurikulum ini bukan menjadi pilihan pengajar akan tetapi keduanya dapat dipakai sesuai kebutuhan pelajar. Sedangkan mengenai metodologi, pandangan Miller dipengaruhi oleh para ahli pendidikan salah satunya Dewey. Pada dasarnya metodologi tersebut tebagi menjadi 4 kegiatan utama: memberitahukan, memperlihatkan, pertukaran pikiran dan perencanaan kelompok. Di luar itu, Miller mengutamakan pentingnya belajar beribadah dalam arti bahwa dalam ibadah sangat diperlukan persiapan. Baik dalam puji-pujian menyangkut nyanyian, pemberitaan Firman, juga doa-doa, hal-hal tersebut perlu dipersiapkan mengingat kebaktian perlu dianggap sebagai hal yang mutlak dalam PAK.

Lantas bagaimana pengelolaan PAK yang baik? Pertama, sebaiknya ciri strukturnya sederhana sesuai tujuan yang akan dicapai. Kedua, ada baikya jika struktur dapat diubah dengan mudah sesuai kebutuhan yang baru. Yang ketiga, pengorganisasian menjadi suatu yang penting sesuai perkembangan, kebutuhan dan minat pelajar. Dan yang terakhir, perlu diterapkan sistem demokratis dalam pengorganisasian agar bakat dan ciri khas pelajar dapat tersalur dan berkembang. Dalam hal ini peran jemaat, pendeta, majelis, komisi PAK, Sekolah Minggu, dll sangat penting dan sangat membantu terlebih lagi ketika mereka memahami tugasnya dan mempertanggung-jawabkannya. Di luar itu perlu diingat bahwa peran Roh Kuduslah yang membuat kesatuan dalam pelayanan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s