BERDAMAI DENGAN MASA LALU

Kurang lebih 2 hari yang lalu saya membaca sebuah buku dengan judul
” Why Christians Can’t Trust Psychology oleh Ed Bulkley, Ph. D. ”
Buku tebal ini ku lahap hanya dengan hitungan menit ( kurang lebih 130 menitan ). That’s a good book with a great idea about Bible perspective ”

Salah topik yang paling membuat saya berpikir banyak hal adalah mengenai ” Melupakan Masa Lalu. ” Ketika lagi baca buku ini, saya ingat 1,5 tahun yang lalu waktu ketika mengikuti workshop mengenai ” Your Past Time ” di kota Jogja. Mereka menyajikan banyak teori dan cara untuk membantu kita berdamai dengan masa lalu.

Inti dari topik masa lalu yang saya baca dari buku ini, jangan pernah percayai slogan2 dari psikologi kalau dengan test ini, test itu, ikut program ini, ikut workshop itu, maka kita pasti bisa berdamai dengan masa lalu. BOHONG SEMUA ! mereka sendiri sebenarnya juga belum berdamai dengan masa lalu mereka, itu kenyataannya.

Biarkanlah masa lalu yang udah lewat tidak usah kita membuang energi dan pikiran kita hanya untuk berusaha berdamai dengan masa lalu. Ketika merenungkan topik ini, saat itulah baru aku menyadari betapa bodohnya saya. Bukankah melalui penebusan Kristus di kayu salib semua kekelaman masa lalu sudah ia bereskan, hanya manusia yang terlalu naif sehingga melupakan itu. Apapun kita, masa lalu kita, cukup sampai di sini! Yesus telah membereskan semua itu… kita sebenarnya sudah berdamai dengannya. Now, we must run to reach our future!

Masa lalu dapat membuat kita merasa tidak mampu. Itu seolah mengintimidasi kita bahwa kita tidak berarti dsb. Namun kita harus menyadari bahwa keadaan masa lalu kita sudah selesai. Dan itu berada di luar kekuasaan kita. Kita harus bertanggung jawab atas masa depan
dengan tidak mengijinkan masa lalu mengendalikan masa kini.

Ingatlah, setiap orang mempunyai keterbatasan. Setiap orang memiliki masa lalu yang mungkin kelam. Tapi kita harus belajar hidup dengannya. Itu adalah bagian dari hidup. Terimalah itu. Tidak perlu kecewa dengen keterbatasan yang ada. Kita dapat meminta nasehat orang lain dan mengajaknya ikut berperan pada bagian yang tidak kita kuasai.

Tapi yang terbaik adalah melupakan apa yang di belakang dan berlari-lari mengejar hadiah di depan kita. Bill Cosby, seorang bintang sinetron mengatakan,” saya berusaha sepanjang hidup untuk melawan masa lalu, tapi sekarang saya tahu kalau hidupku bukanlah untuk masa lalu. Tetapi untuk masa depan yang lebih penuh tantangan. I get free ”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s