Merayakan Musim Hujan

Waduh … rese’ … males banget. Udah hampir 1 bulan ini di Semarang hujan mulu. Ngak pagi, ngak siang, ngak malem, ngak subuh… Hujan mulu.
Jadi kalo pagi ke kantor pada basah ( kan naik motor ), pulang basah, eh malem hujan lagi. Males dah, kalo bicara mengenai hujan.

Tapi semalam ketika lagi dengerin radio sambil minum kopi, eh… tiba-tiba dapat pencerahan. Jadi ingat kalau musim hujan kan pasti ada musim panas. Sehingga orang Indonesia dikelilingi oleh musim yang selalu berganti-ganti
( meskipun udah ngak aturan lagi ).

Musim bisa disebut sebagai kepompong yang mengelilingi kita. Pada waktu hujan turun berusahalah untuk menikmatinya.

Nikmatilah musim hujan itu. Pikirkan sesuatu yang pertumbuhannya membutuhkan air hujan.

Bukankah kita termasuk sesuatu yang sedang bertumbuh itu ? mungkin kita ngak butuh air hujan karena air PDAM masih banyak. Tapi menjadi pribadi yang bertumbuh selalu membutuhkan siraman air kehidupan, so bersyukur kalau Tuhan masih memberikan hujan meskipun ngak beraturan, jadikan itu sebagai sebuah pelajaran bahwa Tuhan masih sayang kepada kita sehingga Ia mengajar kita bertumbuh dalam syukur akan apa yang terjadi pada akhir-akhir ini. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s