More Great Power More Great Resposibility ( Hakim-Hakim 13-16 )

Setiap orang Kristen pasti mengenal tokoh “ simson. “ Siapa yang tidak mengenal nazir edan ini, dari golongan kakek-nenek, pemuda-pemudi, sampai anak sekolah minggu tidak akan pernah lupa cerita yang satu ini. Karena begitu terkenalnya cerita ini sehingga pernah di filmkan di tanah air, yang mana tokoh simson ini diperankan oleh seorang aktor kawakan yaitu “ Benyamin. “

Nazir edan ini adalah salah satu hakim bangsa Israel yang populer. Ia diutus oleh Allah untuk melepaskan umat-Nya dari penjajahan Filistin yang menyebabkan bangsa Israel melarat, miskin, terhina, serta tidak merdeka. Simson adalah salah tokoh populer sepanjang masa, ia sangat terkenal bukan karena menjadi salah satu hakim di Israel, atau karena ia seorang nazir. Jika raja Salomo terkenal karena kekayaannya dan tidak akan ada lagi sesudah dia, maka yang membuat Simson begitu populer adalah karena kekuatannya. Ia adalah hakim Israel yang dianugerahi Allah dengan kekuatan yang begitu besar … mungkin sama dengan Superman kalo zaman sekarang.

Dengan kekuatan dari Tuhan, Simson mulai melancarkan aksinya untuk membebaskan bangsa Israel dari cengkeraman Filistin. Singkat cerita Simson menjadi “ the most wanted man in Philistines. “ Ia adalah orang yang paling dibenci di daerah Filistin, kemana-mana selalu dikuntit, dicurigai, diburu, tetapi ngak ada satupun yang berani menganggu … soalnya kalo macem-macem bukan hanya gigi yang rontok tetapi nyawa juga bisa ikut melayang!

Simson adalah tipikal orang yang dikaruniai kekuatan besar dari Allah, tetapi kurang bertanggung jawab. Ia seorang anak nazir, dibesarkan oleh orang tua yang taat, diberkati Tuhan, serta dikuasai oleh Roh Tuhan, apa lagi yang kurang dari Simson ( tidak ada ! ) … tetapi mengapa kehidupannya berakhir dengan tragis ?

Nazir edan ini memang memiliki kekuatan yang besar dari Allah, tetapi ia kurang bertanggung jawab dengan apa yang telah Allah percayakan kepadanya. Beberapa perbuatannya menunjukkan bahwa ia tidak menjaga kehidupannya tetap taat, serta lurus dihadapan Allah.

Aksi-aksi konyolnya tidak akan saya ceritakan, yang pasti kita semua mengetahui gaya serta jalan hidup sang maestro. Ia tidak lagi menyadari bahwa semakin besar kekuatan yang diberikan oleh Allah maka seharusnya semakin besar ia bertanggung jawab akan anugerah tersebut. Kadang-kadang benar juga pepatah yang mengatakan, “ tipis perbedaan antara kekuatan/kekuasaan yang besar dengan kesintingan. “ Tetapi dalam kasus Simson ia lebih berat ke “ daerah sinting. “

Cerita dalam Hakim-hakim pasal 13-16 ini sangat relevan dengan kehidupan semua orang-orang percaya. ketika kita membaca kisah ini mungkin akan timbul beberapa penilaian terhadap sang nazir edan :

Pertama, mungkin ada yang bilang, “ Simson itu bodoh karena ia kurang bertanggung jawab, terhadap apa yang telah Allah berikan. “

Kedua, kita dengan cepat berkata, “ maaf saya tidak seperti Simson. “

Ketiga, dengan sikap tulus kita akan belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah Simson lakukan.

Penilaian pertama, kedua serta ketiga sangatlah menarik bagi penulis. Ketika kita menilai Simson sebagai orang yang kurang bertanggung jawab ( atau mungkin juga dengan cepat membenarkan diri, bahwa kita tidak seperti dia ! ) maka secara tidak langsung penilaian tersebut menjadi cermin bagi diri kita sendiri. Bisa jadi kita malah lebih sinting dari Simson …!

Tetapi ketika kita menyadari ternyata tingkah-laku kita juga sering mengikuti gaya Simson, itulah saatnya dengan sikap tulus, rendah hati kita harus belajar untuk tidak kembali mengulangi kesalahan tersebut. Tuhan … tolonglah kami yang lemah ini ! ajarlah kami untuk selalu menyadari bahwa semakin besar anugerah yang Engkau berikan, maka semakin besar tanggung jawab kami, dan sadarkanlah kami ketika mulai muncul benih-benih tidak bertanggung jawab dalam hidup ini.

One thought on “More Great Power More Great Resposibility ( Hakim-Hakim 13-16 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s