Saudara Laki-laki Yesus

Hidup Tuhan Yesus merupakan kehidupan yang paling penting di dalam sejarah umat manusia. Hal ini selalu akan menjadi suatu minat dan pembelajaran yang paling dalam. Riset masa kini telah menembus setiap bidang dunia yang memberikan sumbangsih untuk menambah penerangan atas warisan serta lingkungan zaman Yesus. Arkeologi dan sejarah kontemporer telah dikembangkan secara intensif dan secara ekstensif untuk menghasilkan sejumlah kecil pengetahuan yang mungkin dapat menambah gudang informasi mengenai Yesus Kristus.
Penulis menyarankan kepada pembaca untuk menyelidiki saudara laki-laki Yesus, penyelidikan terhadap bagian ini layak untuk diperhatikan namun masih belum banyak orang yang kurang memberi perhatian khusus terhadap bagian ini. Yakobus adalah saudara dari Tuhan Yesus ( terlepas dari beberapa teori yang agak menyudutkan Yakobus ). Suratnya menceritakan kisah yang cukup banyak tentang dirinya kepada kita. Ketika kita membaca tulisannya, dengan jelas karakter Yakobus yang kuat dapat kita rasakan.

Ia seperti saudaranya ( Yesus ) dalam banyak hal. Ketika kita belajar karakter dan hidup Yakobus, kita tiba pada keakraban yang lebih mendalam mengenai karakter dan hidup Yesus. Yakobus dan Yesus lahir dari ibu yang sama, mereka di asuh oleh ibu semua orang percaya. Sejauh mereka mewarisi karakteristik Maria, mereka pasti mirip.

Mereka miliki pelatihan yang sama di rumah. Sejauh Yusuf berhasil meletakkan kesan kepribadiannya kepada anak-anak lelakinya, mereka sekali lagi pasti mirip. Patut diperhatikan dalam hal ini Yusuf disaksikan oleh Injil sebagai “ orang yang benar “ ( Matius 1:19 Authorised Version ), dan Yakobus dikenal di seluruh gereja mula-mula sebagai “ Yakobus yang benar. “ Dalam suratnya Yakobus memberi sebutan “ orang benar “ kepada saudaranya ( ketika ia mengatakan mengenai orang kaya yang lalim di Yerusalem, “ kamu sudah menghukum dan bahkan membunuh orang benar … “ ( Yak 5:6 Authorised Version ).

Yusuf, Yesus dan Yakobus disebut “ orang benar. “ Kedua anak Yusuf ini memiliki kualitas yang sama dalam hal tersebut. Mereka berada di rumah yang sama, pelatihan religius yang sama dan menerima warisan karakteristik yang sama pula. Pastinya, semua yang kita pelajari mengenai Yakobus akan menolong kita semakin baik untuk memahami Yesus.

Mereka memiliki pengertian puitis yang mendalam, keduanya menyukai perkataan figuratif dan hal ini selalu tampak alami dan bebas. Pengajaran Yesus di isi dengan perkataan mengenai awan, bunga, burung-burung dan semua pemandangan dan kumpulan kehidupan pedesaan Palestina. Tulisan Yakobus juga melimpah dengan gambaran padang berbunga, padang rumput, sumber garam, angin yang panas menyegat, serta hujan awal dan hujan akhir.

Anak-anak Maria ini mempunyai banyak sekali kesamaan dalam materi dan pemikiran. Yakobus sangat memahami literatur apokrifa, tidakkah kita dapat menyimpulkan bahwa Yesus terbiasa juga dengan literatur semacam itu ? Yakobus menguasai bahasa Yunani serta filsafat-filsafat dalam literatur Helenis. Tidakkah Yesus juga diperlengkapi di dalam cara hidup sebagaimana Yakobus ?

Apa yang menjadi karakter Yakobus ? semua tradisi menyaksikan tentang kemurnian pribadinya dan pengabdian yang gigih, menimbulkan rasa hormat dari semua yang mengenal dia. Kegelisahann serta nasihat-nasihatnya dapat kita lacak dalam surat Yakobus yang ia tulis. Di dalam surat tersebut kita menemukan gambaran Yesus seperti halnya potret Yakobus dihadapan kita. Ia seorang manusia yang lurus hatinya, setia dalam imannya dan sabar dalam pencobaan. Ia lambat untuk marah, tetapi sangat cepat untuk mendeteksi dosa perkataan dan kemunafikan hidup. Ia penuh dengan kerendahan hati, tetapi siap menjadi pelopor untuk membela orang-orang yang tertindas dan miskin. Ia benci semua ketidaktulusan hati serta mencintai kebijaksanaan seumur hidup. Yakobus percaya akan doa dan melatihnya setiap saat.

Yakobus percaya akan persamaan mutlak di dalam rumah Tuhan. Ia menentang segala sesuatu yang akan menetapkan perbedaan antar saudara seiman dalam tempat ibadah. Ia yakin akan penerapan saling mengasihi sesama manusia. Yakobus percaya bahwa kebiasaan agamawi yang baik akan mengarahkan seseorang untuk mengunjungi anak yatim, para janda di dalam penderitaan mereka serta untuk menjaga diri sendiri agar tidak tercemar oleh dunia. Ia mengajarkan agar setiap orang percaya harus memiliki belas kasihan kepada orang lain itulah yang sangat indah bagi Tuhan. Oh warisan yang sangat indah serta kuat dari orang tua mereka itulah yang selalu kita lihat dari pribadi Yakobus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s