Antara Darwin, Hitler dan Ujian Nasional

20 April seratus Dua Puluh tahun yang lalu dia bukanlah apa-apa, hanya seorang bayi mungil yang tidak berdaya. Tetapi siapa sangka 40 tahun kemudian dia menjadi sosok yang paling kontroversial sepanjang sejarah dunia sampai sekarang. Militer bukanlah cita-cita nya sama sekali sewaktu remaja bahkan dia sempat tidak memenuhi syarat untuk menjalani wajib militer kala itu. Dia lebih tertarik pada seni lukis dan ketertarikannya pada seni lukis inilah yang disebut sebagian sejarahwan sebagai faktor pemicu kebenciannya pada bangsa Yahudi. Kemudian ketika Jerman memasuki kancah perang dunia I, Hitler mendaftarkan diri menjadi tentara, saat itulah karirnya melesat setelah ia mulai berkecimpung langsung dalam politik menjadi pengurus partai buruh Jerman.

Satu hari sebelum tanggalkelahirannya di bulan yang sama, 7 tahun sebelum kelahiran Hitler, seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris meninggal dunia dan mewariskan teori yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan antara kaum sekuler rasionalis dengan kaum agama. Charless Robert Darwin, mengenalkan teori evolusi modern dengan seleksi alam sebagai mekanismenya. Pada usianya yang ke 50, Charless darwin menyelesaikan karya penting dalam literatur ilmiah dan dianggap sebagai tonggak dalam teori evolusi yang merupakan pencetus timbulnya ilmu biologi. The origin of species, nama buku yang ia tulis.

Ulang tahun Hitler adalah hari kematian Charless Darwin, Mereka sama-sama menjadi sosok yang sangat kontroversial sampai sekarang. bukan hanya itu saja, tetapi juga teori-teori Darwin yang dipakai Hitler sebagai landasan untuk menjalankan praktek militerisme kekuasaannya. Darwinisme sudah merasuk ke dalam sanubari Hitler ketika hal itu menjadi inspirasi untuk menguasai dunia. Siapa yang kuat dia yang akan bertahan .

Masih di tanggal dan bulan yang sama tahun 2009, para siswa SMA/SMK yang sederajat melaksanakan perjuangan untuk mencapai kelulusan. Siapa yang kuat dia yang akan lulus seleksi, begitu kurang lebihnya teori Darwin di terjemahkan dalam ajang ujian Nasional kali ini. Siapa yang mampu berjuang dia yang akan menggapai cita-citanya. Antara Hitler dan ujian nasional mempunyai kesamaan yaitu sama-sama memakai teori Darwin sebagai landasan. ketika seorang murid mampu mencapai angka minimal yang ditetapkan maka ia akan lolos dan berhak menempuh pendidikan selanjutnya. Semakin tinggi angka minimal kelulusan semakin terpacu siswa untuk berjuang dan semakin berkwalitas kelulusannya.

Tetapi sepertinya hal itu masih dalam taraf angan-angan dan cita-cita semata ( semoga akan terwujud segera). Ketika terjadi konflik kepentingan antara pihak sekolah, pemda dan kementrian yang terkait maka cita-cita menciptakan kelulusan yang berkwalitas nampaknya masih susah untuk diwujudkan. Satu sisi pihak sekolah tidak mau reputasinya hancur gara-gara banyak siswa dari sekolahnya yang tidak mampu memenuhi nilai kelulusan. begitu juga pemda, mereka tidak mau dikatakan tidak mampu memimpin pendidikan di daerahnya jika terjadi banyak siswa yang tidak lulus. Hingga akhirnya jalan pintaspun dikerjakan, dengan melegalkan bocoran jawaban.

Kesamaan lain antara Hitler dan dunia pendidikan di Indonesia adalah masalah kasta. Hitler menghalalkan segala cara untuk membantai bangsa lain karena menganggap bangsanya adalah bangsa dengan derajat kedudukan tertinggi didunia. Dalam dunia pendidikan Indonesia Ternyata mengenal juga istilah kasta. Ketika seorang murid dari golongan yang mampu, ia menghalalkan segala cara untuk mencapai kelulusan, ia memakai kekayaan orang tuanya untuk membeli jawaban ataupun nilai ujian, hingga kasta dalam dalam pendidikanpun berlaku.

Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan terhadap nasib bangsa kedepan. Apa yang akan terjadi nanti ketika calon-calon pemimpin bangsa dilahirkan oleh keculasan, pastinya jalan pintaslah yang akan menjadi tren nantinya dan cita-cita untuk mempunyai pemimpin yang berkwalitaspun akan semakin jauh dari kenyataan.

“Proses yang menyebabkan perubahan ini menghasilkan populasi yang perlahan-lahan bisa beradaptasi dengan lingkungan, dan pada akhirnya, setelah berlangsung secara terus-menerus akan terbentuk keragaman yang baru, dan akhirnya spesies baru.” kata Darwin dalam teorinya.

Tentu kita tidak menginginkan generasi bangsa yang malas berjuang dan bermental jalan pintas untuk penyelesaian setiap masalahnya sebagai spesies baru negeri ini bukan? ditulis langsung oleh http://miftahrahman.wordpress.com

One thought on “Antara Darwin, Hitler dan Ujian Nasional

  1. Ping-balik: Antara Darwin, Hitler dan Ujian Nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s