JANGAN COBA-COBA DI BACA … NTAR LOE BISA MARAH ?

WHAT BIBLE SAY ABOUT AKUPUNTUR ?

Tema mengenai Akupuntur ini saya angkat berkenaan dengan salah seorang hamba Tuhan di gereja saya yang ditentang oleh jemaatnya sendiri, gara2 masalah akupuntur. Pendeta saya bilang ” Akupuntur ngak boleh ” jemaatnya bilang ” boleh ” … EH gara2 itu jadi hubungan antara jemaat ama pak pendeta gue jadi repot…

Dari pada repot2 makanya kita baca artikel ini aja yok pasti berguna dan mudah2an saya juga ngak dicomplain sama yang suka akupuntur ya… ini hanya tulisan dari sebuah ilham oke.

Istilah “acupuncture” berasal dari bahasa Latin acus yang berarti “jarum” dan pungere yang berarti “tusukan”. Istilah umum dalam bahasa Mandarin adalah zhēn biān atau zhēn jiǔ. Semua istilah ini merujuk pada tehnik memasukkan dan mengatur jarum ke titik-titik tertentu di dalam tubuh dengan tujuan untuk memulihkan kesehatan, kesejahteraan dan mengurangi rasa sakit. Metode penyembuhan yang termasuk TCM (Traditional Chinese Medicine) ini memiliki jenis yang beragam (Classical Chinese, Japanese, Tibetan, and Korean acupuncture), sekalipun metode dasar yang dipakai adalah sama.

Dewasa ini tehnik akupuntur semakin berkembang. Akupuntur tidak hanya menggunakan media jarum. Macam-macam tehnik akupuntur antara lain:

· Acupressure: pijatan di titik-titik akupuntur

· Laser acupuncture: penembakan laser pada titik-titik akupuntur

· Electro acupuncture: penggunaan alat elektronik/energi listrik di titik-titik akupuntur

· Moxibustion: pembakaran substansi tertentu di kulit yang menjadi titik akupuntur

Kehadiran akupuntur sebagai pengobatan alternatif telah menimbulkan kontroversi yang beragam dan hangat. Para dokter medis memperdebatkan sejauh mana akupuntur efektif dan bagaimana mekanisme kerja akupuntur. Mereka juga masih mempermasalahkan beberapa hal yang menjadi karakteristik akupuntur, misalnya titik-titik pusat tubuh, meridian, tenaga Qi, dll. Dari sisi keagamaan, para pemikir Kristen juga mengambil sikap kritis terhadap praktik akupuntur.

Bagaiman prinsip dasar akupuntur? Apakah praktik akupuntur semuanya bersumber dari sistem keagamaan dari Timur kuno? Apakah orang Kristen boleh mencoba pengobatan melalui akupuntur? Kita akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dalam makalah kali ini.

Sejarah singkat akupuntur

Opini masyarakat luas mengidentikkan akupuntur dengan negara Cina. Opini seperti ini tidak terbentuk begitu saja. Beberapa sarjana memiliki pandangan yang berbeda tentang asal-usul akupuntur, karena di beberapa negara ditemukan praktik pengobatan yang sangat mirip dengan prinsip akupuntur, misalnya chimsul di Korea dan Kampo di Jepang. Jika mummy Otzi yang ditemukan di Alps memang menunjukkan tato yang mengarah pada titik-titik akupuntur, maka dapat dipastikan bahwa akupuntur berasal dari Eropa sekitar tahun 3000 SM. Para ahli sejarah sendiri umumnya tetap menganggap negara Cina sebagai asal dari akupuntur.

· Akupuntur dengan menggunakan batu yang tajam di Mongolia (3000 SM)

· Huangdi Neijing (awal abad ke-4 SM)

· Penemuan hieroglif dan bukti arkheologis lain (tahun 1000 SM)

· Tradisi populer menyebutkan akupuntur berawal dari pengalaman para tentara yang terkena panah tetapi mengalami kesembuhan pada bagian tubuh mereka yang lain.

Pada awal masa pemerintahan komunis di Cina, akupuntur sempat dilabeli sebagai pengobatan yang tahayul, tidak rasional dan kuno. Metode ini dianggap berkontradiksi dengan semangat gerakan komunis untuk meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan. Pada masa pemerintah Mao, akupuntur mendapat respon yang kontras. Pemerintah justru mengupayakan agar akupuntur diselidiki dan dikembangkan. Berbagai utusan disebar di seluruh daerah Cina untuk mencari tahu teori dan praktik pengobatan Cina.

Pertama kali akupuntur merambah benua Amerika adalah melalui para pekerja (buruh) yang membuat jalan kereta api. Walaupun mereka bukan ahli pengobatan tradisional, tetapi mereka telah turut memperkenalkan metode ini. Di Eropa, akupuntur mulai dikenal melalui para imam Katholik dari Ordo Jesuit yang pernah melayani sebagai pekabar injil di daerah Timur. Lama kelamaan seiring dengan terbentuknya budaya global yang mengawinkan filosofi Barat dan Timur, akupuntur mulai menarik perhatian orang-orang Barat, termasuk mereka yang berkecimpung dalam dunia medis modern. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menentang maupun mendukung praktik akupuntur.

Popularitas pengobatan alternatif

Akupuntur dan berbagai jenis pengobatan lain dikategorikan sebagai pengobatan alternatif. Jenis pengobatan seperti ini umumnya sudah dipraktikkan ribuan tahun yang lalu, tetapi mulai dilupakan ketika ilmu kedokteran modern semakin berkembang. Sekarang, mereka mulai menikmati popularitas di dunia, bahkan di negara-negara Barat yang sudah sangat modern sekalipun. Beberapa riset dewasa ini menunjukkan bahwa hampir setengah orang dewada di Amerika memanfaatkan terapi alternatif. Biaya yang dikeluarkan mencapai $30 miliar per tahun.

Mengapa pengobatan alternatif semakin disukai banyak orang? Ada banyak faktor yang melandasi fenomena ini.

(1) Kegagalan pakar medis modern dalam mengobati penyakit-penyakit tertentu yang dianggap fatal, misalnya kanker.

(2) Cara penanganan medis modern yang dianggap hanya berpusat pada masalah-masalah fisik, padahal manusia adalah makhluk yang kompleks yang mencakup fisik, mental dan spiritual. Perbedaan ini menyebabkan pengobatan alternatif lebih bisa diterima, karena bukan hanya menawarkan kesehatan fisik tetapi juga ketentraman batin.

(3) Biaya pengobatan medis modern yang untuk saat ini relatif lebih mahal daripada pengobatan tradisional.

(4) Resiko pengobatan medis modern dianggap lebih besar daripada pengobatan alternatif, misalnya resiko dalam operasi, efek samping dari obat-obatan kimiawi.

(5) Semangat dunia yang memang sedang dipengaruhi Gerakan Jaman Baru (filsafat Timur), sedangkan banyak pengobatan alternatif berasal dari daerah Timur.

Prinsip dasar dalam akupuntur

Praktik akupuntur didasarkan pada beberapa pemahaman dasar. Pertama, kesehatan adalah keseimbangan yin dan yang dalam tubuh seseorang. Secara khusus, hal ini berkaitan dengan aliran bebas dari Qi yang dalam filosofi Timur disebut sebagai energi vital. Qi bersifat immaterial dan karena itu disebut yang, sedangkan elemen material dari tubuh – yaitu yin – disebut Darah (diberi huruf besar, karena dalam teori akupuntur “Darah” di sini kadangkala sama dengan pengertian medis modern tetapi kadangkala dibedakan). Akupuntur dipercaya mampu mengatur aliran Qi dan Darah dengan cara menguatkan yang lemah, mengurangi yang berlebihan dan membebaskan sumbatan-sumbatan. Prinsip ini dapat diringkas dalam sebuah axiom akupuntur “tidak ada rasa sakit, tidak ada penyumbatan; tidak ada penyumbatan, tidak ada sakit”.

Kedua, tubuh manusia memiliki titik-titik sentral dan meridian. Teori akupuntur tentang titik-titik sentral ini sangat kompleks dan rumit. Yang perlu untuk diketahui adalah bahwa titik-titik ini berguna untuk mengontrol keseimbangan yin dan yang. Sebagai contoh, 12 saluran utama (meridian) dengan gerakannya yang vertikal, bilateral dan simetrikal menyiratkan keseimbangan yin dan yang: ada 6 saluran yin dan 6 saluran yang; 3 saluran yin dan 3 saluran yang di setiap lengan; 3 saluran yin dan 3 saluran yang di setiap kaki.

Pandangan medis modern terhadap akupuntur

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk meneliti praktik akupuntur, baik yang dilakukan oleh perorangan, rumah sakit maupun organisasi kesehatan. Penelitian ini biasanya dilakukan untuk menyelidiki sejauh mana efektivitas akupuntur, kebenaran dari prinsip dasar akupuntur dan tingkat keamanannya. Hasil-hasil yang diperoleh sangat beragam.

Yang paling penting untuk dicermati, para pakar medis sampai sekarang tidak menemukan adanya aliran Qi maupun meridian dalam tubuh manusia. Apa yang dipercayai oleh pelaku akupuntur tidak bisa dibuktikan dari sisi anatomi maupun faal tubuh. Felix Mann, penulis buku akupuntur pertama yang paling komporehensif dan pendiri Medical Acupuncture Society (1959-1980) menyatakan bahwa titik-titik akupuntur tidak lebih nyata daripada sebuah titik hitam di mata seorang pemabuk. Robert Todd Carroll menganggap akupuntur sebagai pseudosains, karena kebenarannya tidak pernah dapat dibuktikan secara empiris.

Dalam beberapa kasus akupuntur memang terbukti efektif. Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi telah menuliskan beberapa penyakit yang tampaknya dapat disembuhkan melalui tehnik akupuntur (bagaimanapun mereka tetap belum dapat memastikan bahwa kesembuhan itu secara langsung disebabkan oleh akupuntur). Efektivitas ini terutama bersifat konklusif pada kasus-kasus tertentu, misalnya menghilangkan rasa mual dan muntah setelah kemoterapi serta menghilangkan sakit pada saat pengobatan gigi (Alternative Medicine: Christian Handbook). Jadi, akupuntur sebenarnya lebih berguna dalam pengurangan rasa sakit, bukan menghilangkan sumber penyakit. Yang perlu diperhatikan, akupuntur tidak dapat menyembuhkan segala macam penyakit seperti yang biasanya dijanjikan oleh para pakar akupuntur.

Beberapa penelitian yang menggunakan alat elektronik modern membuktikan bahwa tindakan akupuntur memang memberikan efek tertentu pada sistem syaraf. Hal ini dapat terlihat melalui pengecekan FMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging) dan PET (Positron Emission Tomography) yang menunjukkan reaksi berbeda antara titik-titik akupuntur dan yang bukan. Sejauh ini tidak ada riset yang mampu membuktikan bahwa setiap titik akupuntur memberikan efek tertentu yang jelas dan dapat dipolakan.

Hampir semua pakar medis modern mengakui efektivitas akupuntur tanpa mengaitkannya dengan keseimbangan Qi atau yin-yang. Teori yang paling populer untuk menjelaskan cara kerja akupuntur adalah Teori Neurohormonal. Menurut teori ini, tusukan jarum dapat merangsang bekerjanya hormon endorphin di otak yang dapat mengatur persepsi rasa sakit. Pakar lain menganggap tusukan jarum dapat menghalangi sinyal rasa sakit ke otak. Yang lain meyakini bahwa rasa sakit di suatu area bisa berkurang appabila terjadi iritasi (akibat penusukan jarum) di area lain. Beberapa yang lain mencoba menempatkan akupuntur dalam sistem syaraf atau anatomi tubuh modern. Mereka berpendapat bahwa beberapa titik syaraf memang sangat berkaitan dengan organ tubuh tertentu. Dengan menekan atau menusuk titik syaraft tersebut, maka aliran darah ke organ yang bersangkutan akan menjadi lebih lancar.

Bolehkah orang Kristen menggunakan akupuntur?

Jawaban terhadap pertanyaan ini harus memperhatikan beberapa hal berikut ini. Pertama, efektivitas akupuntur tidak berkaitan dengan konsep keseimbangan yin-yang. Jika kesehatan memang hanya sekedar keseimbangan Qi, maka akupuntur seharusnya dapat menyembuhkan semua penyakit. Penusukan jarum secara teratur di seluruh titik-titik akupuntur juga seharusnya dapat membebaskan orang dari segala macam penyakit. Kenyataannya, orang yang ditusuk jarum secara teratur tetap sakit dan beberapa penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan melalui akupuntur.

Kita harus memahami bahwa tubuh kita memang sudah tercemar oleh dosa. Semua penderitaan jaman ini – termasuk penyakit dan kematian – merupakan akibat dosa yang tidak dapat diubah oleh manusia. Dosalah yang membuat manusia merasakan sakit dan kematian (Kej 3:16-19). Semua makhluk merasa sakit bersalin sampai tiba pemulihan segala sesuatu (Rom 8:18-24). Kesempurnaan hidup melalui keseimbangan Qi dalam tubuh hanyalah mitos dan tipu daya iblis. Kita harus waspada agar tidak tertawan oleh filsafat dunia dan roh-roh jahat yang kosong dan palsu (Kol 2:8). Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa kedamaian dan kesempurnaan hidup hidup hanya dapat diperoleh dari Allah melalui iman kepada Yesus Kristus (Yoh 14:27; Flp 4:7).

Kedua, efektivitas akupuntur tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan praktik ini. Boleh tidaknya suatu hal tidak didasarkan pada efektivitas hal tersebut. Alkitab beberapa kali mengajarkan bahwa kesembuhan dapat diperoleh melalui nabi palsu (Mat 7:22). Iblis dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib (Why 13:13). Allah pernah memperingatkan umat-Ny agar tidak mengikuti cara-cara bangsa kafir, sekalipun cara itu tampaknya sangat ajaib (Yer 10:2-3). Jadi, penilaian terhadap akupuntur tidak boleh ditentukan oleh hasil yang diperoleh.

Ketiga, prinsip keseimbangan yin-yang merupakan sinkretisme dualistik yang bertentangan dengan prinsip Alkitab. Alkitab memang mengajarkan keseimbangan antara dua hal yang berbeda (misalnya laut-darat, malam-siang), tetapi keseimbangan ini dihasilkan dari pemisahan (Kej 1:4, 7, 8-9), bukan penggabungan. Konsep keseimbangan yin-yang merupakan kepercayaan pada sinkretisme antara kegelapan dan terang, antara prinsip kosmik maskulin (matahari) dan feminin (bulan). Dua hal ini merupakan emanasi (percikan) dari Tao yang menjadi sumber segala eksistensi. Alkitab dengan jelas mengecam konsep seperti ini. 1Yohanes 1:5 menyatakan bahwa “Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan”. 2Korintus 6:14b-15 “atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial?”

Keempat, akupuntur hanya dapat diterima sejauh hal itu dapat dijelaskan secara medis. Hal ini tidak berarti bahwa ilmu kedokteran telah dijadikan sebagai standar kebenaran. Saya menyadari bahwa ilmu kedokteran pun masih dapat berkembang. Siapa tahu di kemudian hari ilmu medis modern berhasil menguak misteri meridian dan titik-tititk akupuntur (jika dua hal ini memang benar-benar eksis), sehingga kebenaran akupuntur dapat dilihat sebagai anugerah/wahyu umum dari Allah. Bagaimanapun, penyelidikan medis modern tetap membantu untuk menemukan apakah ada penjelasan rasional terhadap sesuatu. Jika kesembuhan yang terjadi tidak dapat dijelaskan secara rasional, maka hal itu pasti terjadi secara supranatural. Pertanyaannya, atas dasar kuasa siapakah hal ini terjadi? Jika penelitian modern belum mampu menguak kebenaran akupuntur, apakah bijaksana jika kita mengambil resiko untuk mencoba sesuatu yang belum pasti?

Kelima, kita perlu mengetahui kategorisasi dalam pengobatan alternatif. Dalam buku Basic Questions on Alternative Medicine: What Is Good and What Is Not? pengobatan alternatif dibagi menjadi lima macam:

· Complimentary therapies: berkaitan dengan gaya hidup, misalnya diet dan olah raga

· Scientifically unproven therapies: misalnya pengobatan herbal

· Scientifically questionable therapies: bertentangan atau belum terbukti secara ilmiah

· Life energy therapies: mengasumsikan adanya energi vital yang dapat diatur menggunakan tehnik tertentu

· Quackery and fraud therapies: penggunaan kuasa kegelapan secara eksplisit.

Di antara kategori di atas, nomer 1 dan 2 tidak menimbulkan masalah spiritual apapun. Nomer 4 dan 5 jelas tidak boleh dilakukan oleh orang Kristen. Nomer 3 harus dipikirkan secara kritis. Bagaimana dengan akupuntur? Akupuntur termasuk di antara nomer 3 dan 4, kadangkala juga nomer 5. Dalam beberapa kasus, para akupunturis memegang konsep Qi dan apa yang mereka lakukan dimaksudkan untuk melepaskan energi vital ini. Yang lebih parah, sebagian akupunturis bahkan menggunakan kuasa kegelapan untuk menyembuhkan pasien mereka. Dua kasus ini harus dihindari oleh orang Kristen. Dalam kasus titik-titik tertentu yang dapat dijelaskan secara medis modern, akupuntur mungkin dapat menjadi alternatif, namun inipun harus dengan kewaspadaan yang tinggi. Intinya, kita perlu sungguh-sungguh mewaspadai si akupunturis.

Keenam, mereka yang mendapatkan manfaat positif dari akupuntur akan tergoda untuk meyakini kebenaran filosofi di balik akupuntur. Bahaya ini memang tidak akan menjatuhkan semua orang, namun orang yang diberi terapi tetap harus diberi pengertian bahwa kenyaman/kesembuhan yang terjadi bukan akibat terciptanya keseimbangan Qi.

Terakhir, kita perlu memperhatikan hati nurani kita dan orang lain. Isu seputar akupuntur mungkin akan tetap menjadi kontroversi di kalangan orang Kristen. Selama ilmu kedokteran modern belum berhasil menguak misteri meridian dan titik-titik akupuntur, isu ini tetap akan problematik. Jika ini yang terjadi, sikap yang paling bijaksana adalah tidak mencoba akupuntur, karena hal itu dapat menyebabkan batu sandungan bagi orang percaya lainnya. Dalam 1Korintus 8:1-13 Paulus mengajarkan bahwa prinsip hidup orang Kristen yang terutama adalah kasih, bukan pengetahuan. Walaupun kita meyakini apa yang kita lakukan dapat dibenarkan dari kacamata Kristiani dan kita memiliki kebebasan untuk itu, tetapi jika hal itu membuat orang lain tersandung maka kita tidak boleh melakukan hal itu.

Dalam kaitan dengan akupuntur, prinsip di atas tampaknya tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Toh akupuntur bukan jawaban bagi semua masalah medis. Belum tentu penyakit kita dapat disembuhkan melalui akupuntur. Akupuntur juga masih menyisakan masalah dari sisi medis (mal-praktik) maupun spiritual (keterkaitan dengan kuasa kegelapan). Mempertimbangkan semua aspek ini, akan lebih bijaksana jika kita tidak memakai pengobatan akupuntur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s