Runtuhkan Tembok Penghalang

Anda tak akan melakukan apa pun yang layak di dunia ini tanpa suatu keberanian. James Allen

Dalam menjalani hidup ini kita banyak menghadapi tembok bukan? Apa tembok penghalang Anda ? Coba pikirkan, mungkin rasa takut, rasa tidak mampu, tidak mempunyai uang, usia karena sudah terlalu tua atau masih sangat muda?. Kalau mau dituliskan banyak sekali. Manusia adalah makhluk dengan sejuta alasan. Alasan tidak mau repot, ribet atau susah,

Tembok penghalangnya bahkan ada yang setinggi Great Wall. di Cina, bahkan kadang- kadang kita membuat tembok-tembok berlapis untuk mencegah serangan musuh. Sebenarnya serangan musuh itu mudah diatasi karena kelihatan, namun serangan dari dalam diri sendiri itu yang sulit diatasi karena tidak nampak. Kita seringkalii tidak sadar kita telah membuat tembok-tembok penghalang kehidupan kita. karena kita merasa sudah berbuat benar. Namun ukuran apa yang dipakai? Biasanya ukuran kita sendiri, karena manusia cenderung ingin menang sendiri.

Jadi siapa yang membangun tembok penghalang kita, kita sendiri atau orang lain. Biasanya sih kita sendiri, karena sebelum kita menghadapi suatu peristiwa kita sudah membayangkan berbagai kesulitan yang akan kita hadapi. Kita jadi takut, lalu segera mendirikan tembok–tembok kita, seperti mencegah serangan perusuh. Pikiran-pikiran negatif akan selalu membentengi kita, dengan tembok yang namanya ketakutan,
Kita sering menolak adanya perubahan yang positif dari kehidupan kita, Ah sulit menaklukan tembok itu Apalagi kalau dia sudah berakar dalam bentuk trauma, depresi, dan kegagalan. Saya tidak bisa, saya kuatir.

Memang kalau kenyamanan kita terganggu pasti tidak enak. Masalahnya apakah kita berani menghadapinya. Kalau kita sudah memiliki keinginan, atau suatu tujuan dan usaha yang baik untuk memperbaiki diri untuk mencapai tujuan tersebut, biasanya tiba-tiba kita melihat sebuah tembok penghalang dan kita tidak berdaya menghadapi tembok halangan tersebut. Bisa saja tembok itu adalah depresi yang merupakan sutau ungkapan tiadanya pengharapan. Kegagalan masa lalu yang masih menghantui kita.

Kita semua memang rentan menghadapi halangan-halangan yang ada.
Kita mempunyai perasaan tidak berdaya mematahkan ketidakmampuan dan menghilangkan kebiasaan buruk atau perilaku negatif yang sedang menghancurkan hidup kita. Kadang-kadang orang sadar adanya penghalang, tetapi tembok penghalang begitu tinggi untuk dilewati. Tembok penghalang perlu kita hancurkan, kita buat sebuah pintu dengan melakukannya sedikit demi sedikit. Kita bobol tembok itu, lama-lama dia akan rontok.

Artinya kita menghantam kebiasaan buruk kita sedikit demi sedikit, andaikan biasa marah 100 kali kita kurangi jadi 90 kali. Kekuatiran dikurangi juga, kalau kita benar tergatung pada kuasaNya harusnya rasa kuatir dapat diatasi. Masalahnya walaupun kita percaya kepadaNya, kita memang selalu lebih bergantung untuk bertindak menurut pikiran kita sendiri daripada bergantung pada Tuhan.

Yves Saint Laurent – yang meninggal pada usia 71 th tanggal 1 juni 2008 yang lalu hidup dalam sebuah tembok. Ia berkata, ”Saya mengenal ketakutan dan kesendirian, menggunakan obat-obatan dan teman palsu itu, berada dalam penjara depresi dan rumah sakit. Akhirnya saya berhasil keluar dari semuanya, namun tak pernah menikmati apa yang telah dimilikinya. Pada bulan Februari 2009 barang-barangnya dilelang dengan harga yang luar bisa, dia tidak pernah menikmati hasil pekerjaan tangannya sendiri, karena dikurung tembok penghalang. Tragis bukan

Untuk orang yang sudah berusia lanjut, katanya, “Rahasia umur panjang adalah berteman, bukan memiliki banyak kekayaan”. Hidup ini selalu merupakan pilihan, masuk penjara sendiri atau bebas seperti burung di udara yang tidak pernah memikirkan makanannya, karena Tuhan telah menyediakannya.

Take some time to smell the flowers
As you walk the paths of life
Take sometime to ease the tensions
From the challenges and strife

2 thoughts on “Runtuhkan Tembok Penghalang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s