Kepedulian Kepedulian Kepedulian

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia (Mazmur 103:13)

Kita baru saja mengalami musibah Situ Gintung yang terjadi tanggal 27 Maret yang lalu.Sesuatu yang mengejutkan, yang terjadi demikian cepat. Ada kurang orang 100 orang yang meninggal dan 100 yang terhilang serta 300 rumah yang rusak. Untung masyarakat kita cepat tanggap memberi bantuan, sehingga bicara masalah bantuan kali ini cukup tersedia.

Kita cepat melupakannya mungkin, karena tertutup oleh euphoria pemilu., Kami percaya tidak ada seorang pun yang mengharapkan hal itu terjadi dalam keluarganya. Ada satu keluarga kehilangan 7 orang sanak saudaranya, ia sangat sedih, traumatis. Ada orang tua menggendong anaknya lari-lari mengharapkan mendapat pertolongan yang akhirnya terlambat, berbagai cerita kemanusiaan yang sangat memilukan terjadi.

Bagaimana perasaan orang yang mengalaminya sulit untuk dilukiskan, Kita harus menempatkan kaki kita di sepatu mereka, menempatkan emosi kita pada emosi mereka, Orang-orang sehat yang tiba-tiba terenggut nyawanya, membuat kesedihan yang mendalam. Untung lokasi ini ada di dekat ibu kota, kalau jauh dari pusat keadaannya biasanya lebih menyedihkan lagi.

Kepedulian itu tidak terlepas dari kasih dan kasih adalah inti dari kepedulian, melalui kasih kita diajarkan untuk berempati dengan keadaan orang lain.Kepedulian itu mahal saat ini. Kepedulian itu mengandung kasih, kasih mengandung pengorbanan, kalau perlu sampai kita terluka. Itulah makna terdalam dari kasih.

Kalau kita melihat sekeliling kita sulit membayangkan masih pentingnya kepedulian, Manusia di kota besar diajarkan untuk menjadi egois. Kalau berkendaraan berhenti semaunya sehingga merugikan orang lain, kalau perlu mengantri tidak maju, membuang sampah sembarangan sehingga menimbulkan banjir. Menebang hutan sehingga tanah longsor dan banjir. Bendungan yang sudah rapuh tidak diperbaiki. Semua mementingkan diri sendiri, dan tidak melihat kepentingan yang lebih besar yakni kepentingan orang banyak dalam hidup ini.

Kalau bicara kepedulian sudah tipis nurani kita. Kepedulian itu berhubungan dengan kasih pada generasi yang akan datang, pada anak cucu kita. Kalau kita memiliki kasih kita akan melakukan pencegahan dan bukan reaktif.

Bahkan kita diajarkan kalau ada pilihan antara iman, pengharapan dan kasih, ternyata Kasih adalah yang terbesar. Kasih adalah suatu ungkapan yang hangat. Suatu perasaan yang halus untuk mengekspresikan perasaan atau empati kita pada orang lain.

Ibu Teresa almarhum adalah salah satu orang yang peduli pada orang lain. Ia berkata:” Saya pikir dunia sedang dalam keadaan jungkir balik
Dan sangat menderita karena sedikit kasih
Di dalam rumah, dan di dalam kehidupan keluarga
Tidak punya cukup waktu untuk anak kita
Tidak punya cukup waktu untuk diri sendiri
Tidak punya cukup waktu untuk menikmati kebersamaan”

Kasih itu berasal dari rumah. Cinta itu hidup dalam keluarga. Keluarga yang dilandaskan kasih pasti adalah keluarga yang damai sejahtera,
Maka dari itu mengapa banyak terjadi kesedihan. Dan ketidakgembiraan dalam dunia saat ini. Semua orang saat ini hidup terburu-buru. Ingin lebih bertambah kaya dan ingin lebih berkembang dan seterusnya
Sehingga anak-anak hanya punya sedikit waktu dengan orang tuanya
Orang tua hanya punya sedikit waktu bagi diri mereka. Dan akhirnya perdamaian dunia mulai terkikis dari dalam rumah

Kemiskinan yang terburuk adalah rasa kesepian dan bila seseorang merasa tidak dikehendaki. Ada banyak orang yang mengalami kelaparan cinta dan apresiasi di dalam dunia dibandingkan orang yang kelaparan makanan. Kurang makan kita masih dapat meminta-minta, kurang kasih darimana memintanya?

Alkisah seorang anak yang tidak pernah mendpat perhatian dan waktu dari orang tuanya yang selalu sibuk bekerja di rumah sekali pun. Anak itu bertanya kepada yahnya, ”Pa sejam bapa di bayar berapa sih dikantor, ?” Ayahnya menjawab , “Dua ratus ribu nak, makanya saya harus berkonsentrasi untuk kantor “. Suatu ketika anak itu datang lagi ke ayahnya, membawa uang Rp. 200.000 yang ditabungnya, dan berkata,”Yah saya bawa uang Rp. 200.000 bolehkah saya meminta waktu ayah 1 jam saja untuk mendengarkan cerita saya?” Ayah itu terkejut dan menyesal, dan baru sadar betapa ia tidak mempunyai waktu untuk anaknya,

Apakah kasih dapat ditukar dengan uang saudara? Apakah kerugian satu generasi dapat dibayar dengan uang dari hasil tambang?
Jawabannya jelas tidak, karena seseorang yang harusnya bertumbuh dan sudah rusak tidak dapat diganti dengan uang, Ia harus dibesarkan dengan kasih yang takut akan Tuhan, Semoga kita bersama dapat memulai hari ini dengan membagikan kasih untuk orang terdekat kita.

Apabila anda menghakimi orang
Maka Anda tidak punya waktu untuk mencintai mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s