Allah dan Nasi

Teks Yohanes 6:35 : “ Kata Yesus kepada mereka : “ Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. “

“ Gemah ripah loh jinawi “ adalah salah satu sebutan yang terkenal untuk bangsa Indonesia. Istilah diatas untuk menggambarkan bahwa bangsa kita memiliki tanah yang subur serta kekayaan alam yang melimpah, bahkan pada dekade 70 sampai 90-an kita adalah salah satu negara pengekspor beras terbesar di dunia disamping Thailand. Swasembada pangan ini adalah salah satu tujuan dari pemerintah saat itu
( pada masa pemerintahan Suharto ). Pada masa keemasan tersebut kita boleh berbangga diri, sambil tersenyum lebar, bahwa tujuan tersebut bisa tercapai.

Beras adalah salah satu pangan terpenting bagi orang Asia khususnya di Indonesia. Bagi bangsa Indonesia beras adalah sumber kehidupan. Beras menjadi sangat berguna bagi masyarakat Indonesia setelah diolah menjadi nasi, karena nasi merupakan salah satu sumber makanan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat sehari-hari untuk bertahan hidup.

Di dalam Alkitab terdapat sebuah pernyataan penting tentang kasih Allah terhadap semua orang. Hal tersebut menyebabkan munculnya lambang dari makanan orang sehari-hari. Yesus berkata, “ Akulah roti hidup … “ ( Yoh 6:35 ). Ia mengajar kita berdoa, “ berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya “ ( Mat 6:11). Dan malam sebelum ia dikhianati, ia mengambil roti, dan memecah-mecahkannya dan membagi-bagikannya kepada murid-murid-Nya, sambil berkata, “ inilah tubuhKu yang diserahkan bagi kamu “ ( I Kor 11:24 ).

Perkataan Yesus di atas adalah salah satu perkataan yang terkenal dari Injil Yohanes. Ia menggambarkan diri-Nya sebagai roti kepada orang-orang Yahudi, untuk menegaskan bahwa memang benar Dialah sumber kehidupan tersebut. Hal ini tidaklah asing karena secara umum kita mengetahui bahwa roti adalah makanan yang dikenal oleh kalangan masyarakat Yahudi. Bagi mereka roti adalah sumber kehidupan yang senantiasa harus selalu ada untuk kelangsungan hidup.

Tetapi bagi orang Indonesia, roti merupakan makanan asing. Roti datang dari negeri seberang, ia belum menjadi roh dan jiwa bagi bangsa ini. Bagi masyarakat kita roti bukanlah sumber makanan pokok. Makanan asli paling populer sejak dahulu kala sampai sekarang masih juga nasi. Bangsa ini suka nasi, saya juga doyan nasi bukan roti !

Sebagaimana roti adalah sumber kehidupan orang-orang Yahudi, begitu juga dengan nasi bagi masyarakat Indonesia. Perkataan Yesus: “ Akulah roti hidup … “ menjadi sangat relevan bagi bangsa Yahudi, melalui sabda tersebut Yesus ingin agar mereka mengetahui bahwa hanya Dialah satu-satunya sumber kehidupan. Sama seperti nenek moyang mereka yang setiap hari makan manna di padang gurun sebagai satu-satunya sumber kehidupan yang diberikan oleh Allah.

Ucapan terkenal Yesus ini bukan hanya relevan bagi bangsa Yahudi, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Meskipun Yesus melambangkan diri-Nya sebagai roti ataupun nasi, Ia tetap adalah sumber kehidupan yang utama bagi bangsa Indonesia. Melihat keadaan masyarakat kita sekarang ini yang makin terpuruk di segala bidang, adakah kerinduan di hati kita sebagai orang-orang percaya untuk menyampaikan berita bahwa Yesus adalah sumber kehidupan bangsa ini.

Bagaimana cara kita untuk memberitakan kabar baik tersebut ? pertama, berfungsilah sebagai orang-orang yang berguna bagi sekitar kita. Kedua, jadilah pelayan-pelayan yang selalu menghantarkan sumber kehidupan tersebut kepada sesama kita yang membutuhkan.

Sola gracia !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s