Kebijaksanaan China

Tersebut sebuah kisah:

Seorang pria menjual perisai dan tombak di pasar.
Perisaiku adalah yang paling kuat di dunia, katanya kepada pelanggannya. Tidak ada tombak yang mampu menembusnya Kemudian dia mengangkat sebuah tombak. Tombakku sangat tajam dan mampu memotong apa pun, katanya. Bagaimana jika kamu menggunakan tombakmu untuk melawan perisaimu? tanya seorang pelanggan. Orang itu tidak tahu harus berkata apa, dan semua orang di situ menertawainya.

dan kisah yang lain:

Ada seorang raja yang mata kanannya buta dan kaki kirinya pincang. Pada suatu hari dia memanggil artis untuk melukis dirinya. Seorang artis melukis raja seperti seorang pejuang yang hebat. Matanya bercahaya dan bersinar dan kakinya berotot seperti atlet. Raja tidak senang dengan karyanya. “Kamu pembohong. Itu bukan saya.” Dia memerintahkan para tentaranya untuk menangkap artis ini dan melemparkan ke penjara.

Artis kedua dipanggil. Setelah mengetahui apa yang telah terjadi sebelumnya, artis ini melukis sang raja sama persis seperti apa adanya. Raja juga tidak senang. “Seni macam apa ini?” dia bertanya kepada artis ini dengan marahnya dan mengirimkan dia ke penjara juga.

Artis yang ketiga datang dan melihat raja dengan seksama. Dalam lukisannya, raja digambarkan sedang mengenakan pakaian berburu. Dia sedang menembak dengan posisi berlutut, kaki kanannya ditekuk dan kaki kirinya menopang pangkal senapan yang sedang dipegangnya. Hanya mata kirinya yang terbuka, karena ia sedang membidik seekor serigala di kejauhan. Raja sangat puas. Dia menghargai artis ini sekantong emas dan memujinya artis yang terbaik di negaranya.

Kedua cerita diatas saya ambil dari kumpulan cerita klasik China yang dikompilasi Michael C. Tang menjadi sebuah buku yang ia beri judul Kisah-kisah Kebijaksanaan China Klasik. Seperti judulnya cerita-cerita dalam buku ini diambil diambil dari cerita-cerita China purba. Beberapa diantaranya bahkan telah berusia lebih dari 2500 tahun. Setiap cerita menyimpan sebuah kebijaksanaan dan seringkali lahir dari cerita-cerita yang berisi kekonyolan dan kadang-kadang kelicikan. Ditulis dalam bahasa yang sederhana, dituturkan dengan singkat dan menghibur. Pada hampir dalam setiap akhir cerita Michael Tang memberikan komentar, baik untuk memandu pembaca memahami kondisi masyarakat kala itu juga interpretasinya kebijaksanaan apa dibalik cerita-cerita tersebut. Seperti cerita kedua diatas ia menambahkan komentar ini:

Menyanjung adalah seni memberi tahu sesorang dengan tepat apa yang orang itu pikirkan tentang dirinya. Sebagai tanggapan terhadap kondisi sosial, sanjungan membantu orang untuk bertindak aman. Tetapi, hal ini harus digunakan secara bijak. Meskipun mengabaikan keburukan orang lain yang mencolok atau mengecilkan kesalahan dan kegagalannya merupakan bentuk sanjungan, melakukannya secara halus amatlah penting untuk berhasil.

Michael sejatinya membidik buku ini untuk kalangan pebisnis atau pemimpin. Bagi saya kisah-kisah dalam buku lebih bersifat umum dan cocok untuk setiap kalangan. Pengelompokkan dalam buku ini menggambarkan mengapa ia bersifat umum: Kebijaksanaan Bertindak, Pendidikan-Etika-dan-Nilai-Nilai-Dalam-Keluarga, Kecerdikan-Kemauan-dan-Seni-Untuk-Menang, Kepemimpinan-Manajemen-Dan-Hubungan-Antar-Manusia dan beberapa topik lainnya. Apalagi bab tentang Cinta-Seks-Dan-Pelecehan-Seksual (pada bab ini Anda bisa membaca bagaimana kehidupan seksual para kaisar yang mungkin hanya bisa terjadi di zaman itu).

Beberapa cerita mengusik mitos-mitos yang berkembang di kalangan masyarakat China yang disampaikan dengan apa adanya dan terkesan lugu. Seperti cerita berikut:

Tuan Mengchang adalah anggota keluarga kerajaan Qi pada abad keempat S.M. Ayahnya, orang kaya raya, menjadi perdana menteri dibawah tiga raja. Ketika Tuan Mengchang masih kecil, dia tidak disukai oleh ayahnya yang mempunyai lebih dari seorang istri dan lebih dari empat puluh anak. Dia lahir pada hari kelima, bulan kelima, hari yang sial menurut tradisi China kuno. Ayahnya menyuruh ibunya untuk membuangnya, tetapi ibunya membesarkannya secara diam-diam. Ketika Menchang tumbuh dewasa, ibunya memutuskan untuk membiarkannya keluar dari persembunyiannya dan pergi menemui ayahnya.

Ayahnya terkejut dan tidak senang melihatnya.

“Kenapa Ayah tidak menyukai saya?” tanya Mengchang.

“Karena katanya anak laki-laki yang lahir pada hari kelima, bulan kelima akan mendatangkan bencana bagi ayahnya ketika dia tumbuh setinggi pintu, dan seorang anak perempuan yang lahir di hari tersebut akan membawa masalah bagi ibunya,” ayahnya menjelaskan.

“Apakah yang mengatur nasib seseorang–Surga atau pintu?” tanya Mengchang.

“Baiklah jika nasib seseorang diatur Surga,” lanjut Mengchang, “Ayah tidak perlu khawatir mengenai hal ini. Jika nasib diatur oleh pintu, Ayah juga tidak perlu khawatir, karena yang perlu Ayah lakukan adalah membuat pintu ini lebih tinggi dari saya sehingga tidak akan menimbulkan masalah bagi Ayah.”

Ayahnya menyuruhnya tutup mulut.

Ini adalah buku yang layak untuk dikoleksi bagi Anda yang menyukai kisah-kisah dan anekdot China klasik. Terutama tentu karena banyak hal-hal inspiratif didalamnya yang hebatnya tidak menjadikan buku ini harus dibaca dengan serius. Anda tidak akan dibuat untuk mengernyitkan dahi atau berpikir keras.

Anda ingin membaca salah satu cerita dalam buku ini lagi? Baiklah ini salah satunya. Cerita ini berusia lebih dari 2300 tahun yang lalu, menggambarkan bagaimana pemakaian selebritis yang tepat dapat menjadi alat promosi yang ampuh telah dipakai ribuan tahun yang lalu. Cerita dibawah ini diberi judul Kuda.

Seseorang mempunyai kuda yang sangat baik untuk dijual. Selama tiga hari dia berdiri dengan kudanya di pasar, tetapi tidak seorangpun memperhatikannya. Maka dia memanggil seorang pelatih kuda yang terkenal, Bo Le. “Saya mempunyai kuda hebat untuk dijual tetapi saya sudah berdiri di pasar selama tiga hari dan tidak seorang pun tertarik.” katanya kepada Bo Le. “Dapatkah anda datang dan melihat kuda saya?” Mohon anda berjalan mengelilinginya, melihatnya dari dekat, lalu pergi. Tetapi pastikan untuk menengok ke belakang ketika anda berjalan pergi. Sebagai upahnya saya akan memberi anda untung saya selama sehari dari penjualan saya yang lain”

Keesokan harinya Bo Le datang. Dia berjalan mengelilingi kuda dan melihatnya dari atas sampai ke bawah. Ketika dia pergi, dia mengengok balik. Pada hari itu, kuda tersebut terjual dengan harga sepuluh kali lipat harganya dari harga semestinya.

Apa Anda minta satu cerita lagi? Wah sebaiknya Anda segera miliki buku ini dan nikmati cerita-cerita yang ada didalamnya. Masih ada ratusan cerita sejenis dalam buku ini.

Catatan tentang buku ini:

Judul Indonesia: Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik: Refleksi bagi Para Pemimpin
Judul asli: A Viktor’s Reflections and Other Tales of China’s Timeless Wisdom for Leader
Penulis: Michael C. Tang
Genre: Nonfiksi/Pengembangan Diri dan Inspirasional
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 424 + xv halaman
Tentang penulis: Lahir di Shanghai, Michael C. Tang mempelajari dan mendalami Bahasa dan Literatur Inggris di East China Teacher’s University. Kemudian dia melanjutkan studinya ke Inggris dan lulus dengan amat baik dari London School of Economics. Pada 1983, dia kuliah di Harvard Business School dan lulus pada tahun 1985 sebagai MBA pertama Harvard dari daratan China sejak berdirinya RRC pada 1949. Dia membagi waktunya antara rumahnya di New York dan Shanghai, mengelola investasi venture capital.

2 thoughts on “Kebijaksanaan China

  1. udh baca & pnya buku nya..bagus bngt,punya ebook nya ga?klo ada ebooknya mau gw koleksi.email ya link nya.thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s