JENDELA

Kebijakan apa yang dapat kau temukan
yang lebih hebat dari kebaikan
Jean-Jacques Rousseau

Bagaimana rasanya kalau kita memiliki rumah tanpa jendela. Rasanya kita seperti berada dalam penjara bukan? Jendela adalah suatu alat untuk melihat keluar. Jelas jendela mempunyai fungsi yang penting, ia berguna untuk memasukkan sinar matahari ke dalam ruang kita, yang dapat memberi penerangan. Kalau jendela dibuka ia juga bisa mengalirkan udara yang bersih memberi kita oksigen yang cukup.

Memang zaman sekarang orang jarang membuka jendela rumahnya, karena mempergunakan AC sepanjang hari yang sangat merusak iklim, karena freon yang dipakai belum ramah lingkungan, tapi tetap membutuhkan jendela bukan.

Melalui jendela orang bertetangga sering dapat melihat atau mengintip kegiatan tetangganya. Entah ia sedang belanja sayur, membersihkan mobil, taman dan berbagai kegiatan lainnya. Setelah melihat suatu tindakan tetangganya, maka akan timbul komentar dari sang pemilik jendela, entah mengenai perbuatan yang baik atau yang buruk. Kalau terlihat ia memiliki mobil baru, mungkin ia akan bertanya darimana uangnya?

Manusia sering melihat segala sesuatu disekelilingnya melalui matanya, dan pandangannya mudah terpengaruh dengan apa yang dilihat pertama kali. Mungkin saat itu orang tersebut sedang sedih dan tertekan, mungkin sedang bergenbira karena keberhasilannya. Itulah yang nampak, bentuk fisik, Penilaian pun dilakukan berdasarkan pandangan mata, dan bukan melalui suatu komunikasi dengan orang tersebut, sehingga bisa saja salah menilai.

Namun kalau kita ingin melihat suatu kemurnian atas apa yang dilakukan tetangga kita adalah melalui hati, yakni sumber mata air kasih. Kita perlu melihat orang lain dari jendela hati kita, yang terletak ditengah tubuh kita, dan bukan jendela mata yang terletak di atas. Kalau di tengah jadi seimbang penilaiannya, kalau dari atas ada kecenderungan mau menilai orang.

Dalam menilai hidup mungkin saja jendela kita dalam keadaan kotor, sudah lama tidak pernah dibersihkan, seperti layaknya jendela rumah kita yang tinggi letaknya dan sulit dibersihkan. Bila kita memandang keluar, kelihatan pemandangannya kurang indah, karena tertutup kotoran atau ada katarak dimata kita. Jadi penilaian kita biasa dan tidak seimbang. Sama seperti pikiran kita tidak diisi dengan hal yang spiritual, itu sama dengan jendela yang kusam. Oleh karena itu kalau kita melihat tetangga melalui jendela, kita melihatnya secara material saja, tidak menilai dari segi-segi spiritual. Kita tidak tahu tekanan apa yang sedang dialaminya. Kita membandingkan-bandingkan milik orang lain secara fisik saja. Kita tidak berusaha menbandingkannya secara spiritual. Hal ini tidak mudah, karena alat ukurnya berbeda. Yang fisik dari titik nyata dan yang spiritual dari titik maya. Dengan alat uji yang berbeda dan jendela yang kotor, kita tidak bisa memancarkan jendela kasih kita, Kita baru bisa menilai orang lain, kalau kita sudah membersihkan jendela kita, Kita harus meminta tolong Sang Pembersih yang membersihkan jendela kita, sehingga bila kita melihat orang lain dari jendela yang bersih, sehingga penilaiannya bergantung pada kemurnian jendela hati kita.

Kemurnian kaca yang tembus pandang yang dipergunakan untuk menolong orang lain memperbaiki hidupnya. Wah akan luar biasa kehidupan di sekeliling kita, karena akan melihat pemandangan yang indah melalui jendela yang bersih.

Sebelum kita memberi kritik, komentar, atas orang lain, lebih baik kita memenuhi kondisi pikiran kita dengan hal yang bersih dan memandang melalui jendela hati yang sudah dibersihkan. Cobalah periksa apakah kita dapat melihat satu hal yang baik saja dari orang lain yang belum pernah kita lihat, yang dapat mengangkat kehidupan orang itu. Jendela hati bukan pikiran yang menguasai kita, jendela yang penuh mengandung kasih, Kalau jendela hati kita bersih, kita akan menyapa setiap orang dengan cara yang berbeda. Kita menyapanya dengan berkata,”Oh kau kelihatan lebih cerah hari ini”. Semuanya positif.

Alkisah ada seorang anak yang bernama Ted Bullard yang menderita dialeksia sejak kecil. Karena kekurangannya itu, ia tidak mendapat perhatian dari gurunya, karena jendela hati guru ini sudah tertutup. Dalam pikirannya, ”Orang bodoh gini mana bisa lulus. Membuang buang waktu saja mengajarkan dia”.

Suatu hari anak ini hanya memiliki minyak wangi ibunya dan kalung indah namun sudah tidak lengkap untaiannya. Jendela hatinya berkata, “Hanya ini yang dapat kuberikan agar guruku kelihatannya lebih cantik”. Dengan polos ia memberikannya, dan gurunya kaget, Selama hidupnya belum pernah ada orang memberikan hadiah kepadanya, memberi perhatian kepadanya, namun anak yang kelihatannya bodoh justru mempunyai hati kasih, Ia mengadakan perubahan, sampai anak ini lulus S3. Dan bahkan akhirnya sang guru hadir dipernikahannya sebagai wakil ibunya dengan mempergunakan kalung.

Untuk mengubah hidup manusia kita memerlukan jendela hati yang bersih. Karena itu mulai tahun 2009 setiap Jumat kampanyekan “no gossip day” di kantor. Gossip itu dapat membunuh manusia sebelum ia mati sesungguhnya. Nah bagaimana anda melihat sesuatu dari jendela anda. Alkisah ada dua orang di penjara, dan tiap hari mereka selalu melihat keluar melalui satu-satunya jendela tersebut. Salah satu penghuni penjara yang pesimis selalu melihat ke bawah dan dilihatnya lumpur di luar jendela, “Hidup ini engga mempunyai harapan deh, seperti lumpur yang becek di luar”. Temannya seorang optimis selalu melihat ke atas, dan berkata “wah bagus banget di atas ada bintang dan bulan.”

Nah dalam kondisi saat ini apa yang anda lihat dari jendela Anda, yang lumpur atau yang bintang?

Melalui hati yang bersih kita dapat melihat segalanya secara proporsional, come on bro … look at your heart!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s