3 Detik Tempus Fugit – waktu terbang ( Ungkapan Romawi )

Benar sekali waktu itu terbang cepat sekali. Tanpa kita sadari kita sudah memasuki kuartal PERTAMA tahun 2009. Hari lewat dengan cepat, Mungkin kita perlu menambah hari kita?

Namun apa yang dapat kita lakukan dalam waktu 3 detik yang tidak ada artinya dibandingkan dengan setahun puluhan juta. Mungkin mengedipkan mata, menguap, entah gerakan santai apa lagi. Bagi orang yang perlu mengambil keputusan tiga detik itu sangat penting. Waktu 3 detik itu sebenarnya tidak ada artinya kalau tidak ada tindakan penting yang kita lakukan, kita sering membuang-buangnya.

Padahal menurut statistik orang akan memutuskan suatu tawaran, undangan atau peluang dalam waktu 3 detik saja. Keputusan bisa ya, tidak atau tunggu, 3 detik yang penting ini harus anda manfaatkan dan jangan marah kalau orang menolak tawaran Anda.

Pada saat gonjang ganjing keuangan saat ini dalam 3 detik anda bisa kehilangan jutaan rupiah. Atau dalam 3 detik orang yang sedang gembira bisa marah-marah. Hebat sekali pengaruh waktu sekecil apa pun.

Waktu terasa lambat untuk orang yang menunggu
Cepat bagi orang yang ketakutan
Terasa panjang untuk orang yang meratap
Terasa pendek bagi orang yang sedang mengadakan perayaan
Namun bagi yang mengasihi, waktu adalah kekal

Time is very slow for those who wait,
very fast for those who are scared,
very long for those who lament,
very short for those who celebrate.
But, for those who love, time is eternity”
(William Shakespeare)

Jadi ukuran waktu itu berlainan bagi setiap orang tergantung pada situasi yang sedang mereka hadapi.

Tanyakan pada pelari Olympiade arti 1 mdetik
Tanyakan pada orang yang terhindari kecelakaan arti 1 detik
Tanyakan pada orang yang kehilangan kereta arti 1 menit

Nah untuk suatu keputusan tanyakan arti 3 detik

Anda harus mempunyai sensitivitas dari berbagai segi mengenai orang yang sedang anda hadapi. Beruntung kalau Anda langsung mendapat jawaban ya, berarti anda mempunyai keahlian berhubungan dengan orang,

Namun suatu pernyataan ”tidak”belumlah berarti seseorang itu menolak. Disinilah letak keahlian seseorang yang diuji untuk menaklukkannya agar mereka mau mengubah kata ”tidak” menjadi ”ya”.

Bagaimana Anda bisa menawarkan suatu tawaran, kalau Anda sendiri berpikiran negatif terhadap tawaran. Jangan mengharapkan suatu ”tidak” menjadi ”ya”, kalau anda sendiri tidak positif. Kalau kita sedang mengusahakan keputusan bisnis, maka kita sendiri harus berpikiran positif, karena tidak ada orang yang akan membuat keputusan dalam suasana negatif.

Ahli psikologi Harry Overstreet dalam bukunya ”Influencing Human Behavior” berkata,”Cara terbaik yang pernah ditemukan psikolog untuk mendapatkan ”ya” adalah menempatkan orang lain dalam suasana hati ”Ya.

Kuncinya usahakanlah mereka mengatakan ya beberapa kali terhadap pertanyaan kita: Ajukan beberapa pertanyaan yang jawabannya: YA! YA! YA! YA! YA!

Misalnya:
1. Tawaran saya dapat menyelesaikan masalah Anda bukan?
2. Caranya juga tidak sulit bukan?
3. Bahkan Anda akan mendapat suatu keuntungan bukan?
dstnya yang dapat memberikan jawaban ya.

Kalau orang itu menjawab ya untuk lima pertanyan awal kita, maka akan lebih mudah ia menjawab ”ya” untuk pertanyaan utama kita. Untuk jawaban yang belum mendapat kata “ya” kita jangan menunda-menunda proses folllow upnya. Ini merupakan bagian penting untuk mendapatkan ya. Paling lambat harus dilakukan dalam waktu 2 x 24 jam. Menundanya berarti kesempatan kita akan hilang.

Sebenarnya kita harus mengerti bahwa A NO IS NOT A NO! A NOT IS NOT YET!

Masalahnya mengapa mereka masih berkata” No”, mungkin karena sang prospek itu belum mempunyai informasi yang cukup atau waktu yang tidak tepat. Kurang informasi dan waktu dan suasana yang kurang tepat menimbulkan keragu-raguan, Kalau Anda ingin berhasil inilah waktu untuk mengubahnya.

Kenapa mereka ragu-ragu, karena mereka tidak mempunyai informasi yang lengkap dan mungkin moodnya kurang baik pada saat kita melakukan prospecting.

Supaya kata ”Tidak” menjadi ”Ya” langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Tawarkan sesuatu yang sesuai nilai dari lawan bicara kita
Keuntungan yang ditawarkan harus bermanfaat baginya
Pembicaraan yang dimulai dengan masalah harus diberi solusinya
Bahasa komunikasinya jangan berbelit-belit
Melakukan dialog yang memberi tanggapan atas kebutuhan lawan bicara kita pada saat yang tepat
Hubungan antara kita dengan lawan bicara kta juga memainkan peranan penting. Dapat saja ia menerima tawaran kita bukan karena ia tertarik pada produknya tetapi pada orang yang menawarkannya. Istilahnya ”The Singer not the song”. Mereka tetarik pada pribadi kita. Pribadi yang memberi rasa nyaman.

Manfaatkanlah waktu 3 detik yang berharga ini. Ini berlaku untuk segala hal. Mendapat persetujuan dari pasangan, sedang melamar pekerjaan persetujuan dari teman dalam bidang apa saja.

Selalu ada cara yang lebih baik untuk segala hal. Temukanlah

Thomas Alva Edison

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s