PIKIRAN ALLAH BAGI DUNIA ( Matius 28:19 )

for 19 April 2009

Pendahuluan :

Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Dan ajarkan mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20). Ketika kita membaca Matius 28:19-20 ada empat Amanat Agung Tuhan Yesus (P4) yaitu: Penginjilan, Pemuridan, Pembaptisan dan Pengajaran.

Hari ini kita akan mendalami apa yang Allah inginkan dari kita :

Pertama, Menjadi murid Tuhan.

Kedua, Memuridkan orang lain bagi-Nya.

 

Pembahasan :

 

I. Menjadi murid Tuhan

 

Ilustrasi :

Salah satu prinsip orang Cina kuno adalah guru sama dengan orang tua sendiri. Karena itu murid harus bersikap :

(a). Mengikuti guru kemana saja serta belajar sebaik mungkin dari sang guru.

(b). Tidak boleh membantah, kalau disuruh sesuatu harus dikerjakan, tidak perlu tanya-tanya.

 

Ilustrasi :

Selama Perang Dunia II, beberapa pesawat pembom B-17 menempuh pernebangan jarak jauh dari daratan AS menuju Saipan, pulau di daerah Pasifik. Saat pesawat-pesawat itu mendarat, mereka disambut oleh sebuah jip yang membawa spanduk bertuliskan “Ikutlah Aku!” Kendaraan kecil itu memimpin semua pesawat raksasa tersebut menuju tempat yang telah disediakan. Seorang pilot yang mengaku bukan orang saleh memberikan komentar yang mengandung pengertian yang dalam: “Jip kecil dengan tanda unik itu mengingatkan saya kepada Yesus. Dia adalah orang desa [rakyat kecil], tetapi tanpa petunjuk-Nya, orang-orang “besar” di zaman ini akan tersesat.”

 

            Dalam Matius 4:19-20 ada tertulis, “ Mari, ikutlah Aku. “ Kalimat singkat ajakan Yesus ini telah mengubah hidup 12 orang Galilea dan dikemudian hari ribuan bahkan jutaan orang lainnya di segala benua. Ajakan Tuhan Yesus, “ Mari, ikutlah Aku. “ mempunyai arti yang bersifat khusus yaitu : “ Mari berjalanlah dibelakang Ku “ Tuhan Yesus memanggil murid-muridNya untuk berjalan dibelakang-Nya. Apa arti berjalan dibelakang seseorang ?

            Di dalam budaya Timur Tengah di zaman itu seorang murid secara harafiah memang akan berjalan di belakang gurunya, baik pada waktu berjalan maupun pada waktu menunggang keledai. Sungguh tidak sopan baginya untuk berjalan di depan atau di sebelah gurunya. Tetapi ajakan Tuhan Yesus untuk berjalan di belakang-Nya bukan dalam arti yang sempit.

            Dalam pemikiran umat Israel, mengikuti seseorang atau berjalan di belakang seseorang mengandung arti mengiringi, menaati, mencintai, menyerahkan diri dan mengabdikan diri. Begitulah kita membaca tentang Elisa yang mengikuti nabi Elia, Rut yang mengikuti Naomi, budak yang mengikuti Abigail, dsb. Di sini mengikuti seseorang berarti menyerahkan hidup kita kepada orang itu dengan segala akibatnya.

            Coba kita telusuri jalan hidup Tuhan Yesus mulai dari gurun Yehuda, ke Galilea, kemudian ke kapernaum, ke Yerusalem, berjalan melintasi desa-desa, gunung, danau, lihatlah apa yang telah Ia ajarkan kepada kita sebagai seorang murid. Berjalan dibelakang Yesus dan mengikuti Dia menjadikan kita terkesima : prioritas hidup-Nya yang unik, keprihatinan hidup-Nya yang unik dan tujuan hidupnya yang unik pula. Oleh sebab itu dengan berjalan di belakang Yesus, mau tidak mau kitapun akan belajar mengubah apa yang perlu kita utamakan dalam hidup kita, lalu belajar memahami apa yang diutamakan Tuhan Yesus. Belajar merasakan apa yang diprihatinkan oleh Tuhan, belajar mengikuti teladan hidup-Nya. Dengan mengikuti Dia mau tidak mau hidup kita harus berubah, gaya hidup kita juga akan berubah. Itulah jati diri seorang Murid.

 

Bagaimana menjadi murid Kristus :

Ada tiga kata kunci yang digariskan dalam Matius 16:24 sebagai syarat kelayakan sebagai pengikut (murid) yaitu “menyangkal diri”, “memikul salib” dan “mengikut”.

 

1. Kata kunci pertama adalah “ Menyangkal Diri. “ : Menyangkal diri maksudnya tidak mengandalkan diri dalam segala hal. Mengakui bahwa kita tidak memiliki hak atas hidup kita, mengakui bahwa Tuhanlah yang menjadi sumber keselamatan, pertolongan dan pemeliharaan. Bukan gagah perkasa kita tetapi oleh karena Tuhan.

Filipi 1:20-21, Paulus mengatakan kerinduan dan harapannya yaitu bahwa Kristus dengan nyata dimuliakan dalam dirinya, baik oleh hidupnya maupun oleh matinya. Dan baginya hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

 

 2. Kata kunci kedua adalah “ Memikul Salib “ : Syarat lain untuk menjadi murid adalah mau memikul salib (Lukas 14:27).  Salib merupakan instrument hukuman. Pada jaman kerajaan Romawi era Yesus di dunia, hukuman mati diberikan untuk kesalahan yang dianggap berat yang di buktikan di pengadilan atau yang dinyatakan  oleh beberapa saksi. Tentu saja Tuhan tidak sedang menyuruh kita untuk memikul salib karena kejahatan kita tetapi yang perlu disalibkan adalah pikiran dan tindakan atau keinginan duniawi yang bisa menimbulkan kejahatan.

Jalan salib adalah juga wujud ketaatan Yesus kepada Bapa. Dalam Filipi 2:6-8 “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”. Jadi untuk layak menjadi murid bagi Kristus harus mau menyalibkan keduniawian dan mau taat untuk melakukan kehendak Allah, meski harus mengalami penderitaan jasmani.

 

3. Kata kunci yang ketiga adalah “ Mengikut Dia. “ : Kalau dikatakan mengikut itu artinya dengan setia mengikuti langkah Kristus dan dengan taat melakukan apa yang di firmankan-Nya. Ketika Yesus mengajak murid-murid yang pertama, Yesus mengatakan “ikutlah Aku” lalu mereka mengikut Yesus dan meninggalkan jala, perahu, ayah mereka untuk mengikut Yesus (Matius 4:18-22). Disini tidak ada tawar menawar, tidak ada pertimbangan untung-rugi, tetapi mereka langsung mengikut Yesus. Mengikut Yesus harus benar-benar berkomitmen tidak boleh ada keraguan sedikitpun.

 

Ilustrasi :

Ketika membaca ulang perkataan Yesus, “ Ikutlah Aku! “ ada satu orang yang langsung melekat dibenak saya. Yaitu Petrus sang Penyangkal. Yesus memakai Petrus sang nelayan Galilea menjadi seorang pemberita Injil yang berapi-api. Sampai pada satu peristiwa ketika ± 60 M, ketika kaisar Nero memerintahkan pembunuhan besar-besaran kepada orang-orang Kristen di Roma salah satunya adalah Petrus.

            Petrus sangat ketakutan kemudian pada malam harinya Petrus berencana meninggalkan kota Roma. Dalam perjalanan ketika ia sampai di gerbang kota. Petrus melihat seseorang yang berjalan masuk ke kota Roma, Petrus berkata “ Quo Vadis Domine ( mau kemana Tuan ). “ Sang Tuan ini berkata, “ aku mau ke roma untuk disalibkan mengantikan kamu. “ Petrus langsung menyadari bahwa orang yang berbicara dengan dia adalah Kristus. Petrus langsung berkata, “ aku akan kembali ke Roma untuk dihukum mati, jangan Engkau Tuhan ! “ Petrus akhirnya kembali ke Roma dihukum mati dengan salib terbalik. Inilah sang murid yang membayar mahal dengan hidupnya.

 

Kesimpulan :

Inilah idealisme sebagai seorang murid, yaitu berkesinambungan dengan firman Tuhan (Yoh. 8:31). Sudahkah kita menjadi murid? Berapa persenkah orang Kristen yang menyebut diri murid melakukan hal ini? Apakah anda melakukannya?

 

II. Memuridkan orang lain bagi-Nya

 

Ilustrasi :

Seorang pendeta Taiwan melakukan perjalanan ke Cina Daratan setiap dua bulan selama dua tahun untuk secara diam-diam melatih lima belas orang dengan segala sesuatu yang ia ketahui tentang Yesus dan bagaimana memenangkan jiwa. Kemudian mereka meneruskan pengajaran ini kepada dua belas orang yang kemudian masing-masing mengajar hal yang sama kepada lebih banyak orang lagi.

Pada tahun 1993 mereka melakukan bulan penginjilan di mana sekitar 1.500 orang yang pada saat itu telah menjadi pekerja yang sangat terlatih, pergi dengan berjalan kaki, dengan sepeda motor, bus dan kereta api ke seluruh Cina untuk menceritakan orang lain tentang Yesus. Ketika mereka kembali untuk memberi laporan, pendeta dari Taiwan itu menghitung bahwa ada lebih dari 100.000 orang percaya baru yang dibaptis hanya dalam waktu satu bulan, yakni saat murid-murid mempraktikkan pengajaran yang mereka terima darinya. 

 

Mari Lihat Kembali Apa yang Telah Terjadi

Langkah 1
Satu orang mengajar 15 orang, maka ada 15 orang yang duduk dan belajar.

Langkah 2
Kemudian 15 orang itu masing-masing mengajar 12 orang, maka semuanya berjumlah 195 orang yang mendengar dan mengikuti pelajaran yang sama.

Langkah 3
Lalu 195 orang ini pulang ke rumah mereka, dan masing-masing mengajar antara 6 sampai 12 orang lagi, maka kini ada sekitar 1.500 orang yang mendengar dan mengikuti pelajaran yang sama yang didengar dari Langkah 1.

 

Pentingnya pemuridan :

Pemuridan adalah proses pendewasaan rohani, seseorang yang baru “lahir baru”, sehingga tercapai :

  • Pengetahuan yang benar tentang Anak Allah (Kolose 3:10)
  • Menjadi seperti Kristus dalam karakter (2 Korintus 3:18; Filipi 2:5)
  • Cakap dalam melayani (2 Timotius 2:2)

Pemuridan itu merupakan hal yang penting untuk dilakukan bukan hanya karena alasan-alasan di atas, tetapi lebih dari itu, karena pemuridan merupakan Amanat Agung Tuhan Yesus sebelum Ia naik ke surga; “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…” (Matius 28:19). Mengakui Kristus sebagai Tuhan, berarti mengakui bahwa perintah-Nya mutlak untuk dilakukan. 

Dalam Alkitab kita menemukan bagaimana orang-orang percaya yang lebih

berpengalaman membantu orang-orang percaya yang masih baru atau yang lebih muda:

􀂆 Musa dan Yosua     􀂆 Elisabet dan Maria

􀂆 Elia dan Elisa          􀂆 Paulus dan Timotius

􀂆 Naomi dan Rut

􀁺 Yesus Kristus memanggil dua belas murid untuk mengikut Dia, belajar mengenai

kerajaan Allah kemudian untuk pergi dan menginjil (Markus 3:14).

􀁺 Paulus sangat peduli akan jiwa-jiwa baru dan ingin agar mereka tumbuh dewasa dalam

Kristus (1 Tesalonika 2:8; 1 Tesalonika 3:10, Kolose 1:28).

􀁺 Apabila kita membantu jiwa-jiwa yang baru, mereka akan tumbuh kuat dan pada

gilirnya dapat membantu orang-orang lain bertumbuh dalam iman (2 Timotius 2:2).

 

Penerapan : Di bawah ini Anda akan menemukan langkah-langkah untuk membantu jiwa-jiwa baru bertumbuh dalam iman Kristiani mereka.

 

Apa yang Harus Saya Ajarkan dalam Pemuridan Dasar?

 

a) Anda harus mengajar jiwa-jiwa baru untuk berdoa :

􀁺 Sebaiknya mulai dengan mengucapkan doa-doa yang sangat sederhana.

􀁺 Saya harus mengajar mereka selalu bersyukur: untuk makanan, untuk kehidupan, untuk hari yang baru, untuk pekerjaan, untuk sekolah, dsb.

􀁺 Saya harus mengajar mereka untuk mengaku dosa-dosanya.

􀁺 Saya harus mengajar mereka untuk berdoa syafaat bagi orang-orang lain (Kolose 1:9).

 

b) Anda harus mengajar mereka untuk setiap hari menyerap makanan rohani dari segenap Firman Allah :

􀁺 Ajar mereka bagaimana menemukan buku-buku dalam Alkitab.

􀁺 Anjurkan mereka untuk mulai membaca salah satu kitab Injil, lalu tanyakan apa yang mereka belajar dari situ, dan jawablah persoalan-persoalan yang membuat mereka bimbang.

􀁺 Ajar mereka seluruh cakupan Alkitab (Perjanjian Lama dan Baru).

􀁺 Ajar mereka untuk menerapkan Alkitab kepada seluruh aspek kehidupan mereka sendiri (Yakub 1:22).

􀁺 Anjurkan mereka membaca Alkitab setiap hari (Yohanes 5:39).

􀁺 Tunjukkan pada mereka betapa pentingnya menjadi bagian dari sebuah komunitas Kristen.

 

c) Anda harus melibatkan mereka dalam gereja saya atau di sebuah gereja lain dekat rumahnya, di mana mereka merasa nyaman dan mendapat pemeliharaan rohani :

􀁺 Undang dan temani mereka ke gereja atau ke persekutuan Kristen selama beberapa kali yang pertama, sampai mereka merasa menjadi sebagian dari kelompok itu dan mempunyai banyak kawan.

􀁺 Bila perlu, berjanjilah untuk bertemu, kemudian antarkan mereka ke gereja.

􀁺 Tunjukkan pada mereka bahwa Allah memerintahkan kita untuk berhimpun guna beribadah kepada-Nya dan membangun satu sama lain (Ibrani 10:23-25).

 

d) Anda harus mendorong mereka supaya berbagi iman mereka akan Kristus kepada sanak keluarga dan kawan-kawan :

􀁺 Saya harus mengajar mereka bahwa mereka tidak perlu mengetahui banyak mengenai Alkitab sebelum dapat bersaksi. Cukup kalau mereka menceritakan saja apa yang terjadi dalam kehidupan mereka setelah menerima Kristus sebagai Juruselamat.

􀁺 Bantu mereka mengingat (menghafalkan) ayat-ayat penting dari Alkitab yang dapat membantu mereka ketika membagikan imannya akan Yesus Kristus. Contohnya, Yohanes 3:16.

 

Ilustrasi :

Pemuridan merupakan suatu proses pelipatgandaan secara dinamis yang dapat menjangkau generasi penerus, bahkan berpengaruh dalam abad yang akan datang. Mengambil teladan seorang yang bernama Edward Kimball, seorang guru sekolah minggu dalam tahun 1800-an, yang memulai pelayanan pemuridan dalam kelasnya. Hasilnya begitu nyata, dan bahkan mungkin saudarapun merupakan hasil langsung dari pelipatgandaan rohani yang dilakukan Kimball.

Dimulai dengan beban Kimball untuk menjangkau setiap anak yang terhilang untuk dibawa kepada Kristus. Salah satunya adalah seorang pemuda miskin yang bekerja di sebuah toko sepatu. Tidak ada harapan sedikitpun bahwa pemuda tersebut bakal berguna bagi masyarakat. Tetapi pemuda ini, yaitu Dwight L. Moody, kemudian menjadi terkenal sebagai perintis tehnik-tehnik modern di bidang pekabaran Injil massa. Selama pelayanannya, seorang pendeta yang bernama F.B Meyer diperbaharui oleh Roh Kudus. Dari pengajaran F.B Meyer, seorang pendeta muda yang bernama J. Wilber Chapman mengalami perubahan.

Meskipun J. W. Chapman dipakai Tuhan di seluruh dunia untuk membawa orang kepada Kristus, seorang pembantu dalam kampanye kebangunan rohani Chapman, seorang bekas juru tulis dari MCA yang meneruskan rantai pelipatgandaan Kimball. Namanya ialah Billy Sunday. Billy Sunday berkhotbah melintasi seluruh Amerika Utara dengan hasil yang menakjubkan. Kebangunan rohaninya di Charlotte, North Carolina menghasilkan beberapa petobat yang mengorganisir sebuah kelompok doa, agar Tuhan melanjutkan pelayanan penginjilan melalui orang-orang di Charlotte. Mereka mengundang Mordecai Ham untuk berbicara. Selama suatu pertemuan, beberapa remaja telah dimenangkan kepada Kristus. Termasuk seorang pemuda yang bernama Billy Graham. Dan rantai pelipatgandaan ini masih berlangsung hingga saat ini. Kristus memanggil kita menjadi murid-murid yang secara rohani melipatgandakan dirinya, menjangkau orang lain… menjangkau orang lain… menjangkau orang lain.

 

Kesimpulan :

Semoga Anda sekarang menjadi lebih berani untuk membawa jiwa-jiwa baru kepada Kristus. Jadilah saudara bagi orang-orang yang baru percaya, dengan menolong mereka dalam kehidupannya yang baru saja mengalami perubahan, sama seperti Anda akan merawat seorang bayi. Ikutlah teladan Kristus dan sebagian dari murid-Nya. Lakukanlah apa

yang dianjurkan dan sambutlah tantangan yang diberikan. Anda akan sungguh diberkati apabila kelak bisa menyaksikan orang-orang Kristen itu menjadi dewasa dan pada gilirnya memberikan bantuan kepada jiwa-jiwa yang baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s