Jujur dan Rendah hati

Yu Qian tinggal di Kota Qiantang selama Dinasti Ming (sekarang Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang). Ketika ia berumur tujuh tahun, seorang biksu meramalkan bahwa ia akan menjadi perdana menteri yang akan menyelamatkan negara. Yu Qian kemudian menjadi jendral yang terkenal. Ia menerima banyak penghargaan atas keberhasilannya dan menduduki banyak posisi militer yang penting sepanjang hidupnya. Ia seorang yang baik, lurus, jujur dan adil. Ia tidak menjilat atasannya tetapi disegani oleh semuanya.

Yu Qiang sangat memperdulikan kehidupan orang-orang. Selama masa jabatannya sebagai inspektur lapangan untuk dua provinsi, orang-orang menganggap dan menghormatinya seperti orang tua. Sebuah puisi yang menyanjungnya tersebar luas, ”Surga mengirimkan seorang pejabat yang baik untuk menyelamatkan dua provinsi.”

Jika ada pejabat dari luar wilayah yang mengunjungi ibukota, ia diharapkan membawa uang dalam jumlah besar dan oleh-oleh dari daerahnya untuk menyogok atasannya. Setiap kali Yu Qian pergi ke ibukota selalu tidak membawa apa-apa. Ia tidak pernah menerima hadiah atau menyogok orang lain. Provinsi Henan terkenal akan jamur dan dupanya. Pejabat di sana menyarankannya paling tidak ia membawa jamur dan dupa jika tidak membawa emas, perak atau mutiara ke atasan yang akan ia temui. Yu Qian mengangkat tangannya dan bergurau bahwa yang akan dibawa olehnya adalah angin sepoi-sepoi di lengan bajunya. Tahun-tahun berikutnya, orang menggunakan istilah “angin sepoi-sepoi di lengan bajunya” untuk memuji pejabat yang tidak korupsi. Dari sinilah istilah populer di Tiongkok ini berasal.

Meskipun Yu Qian memegang posisi penting, ia tetap hidup sederhana. Rumahnya sangat sederhana dan hanya berfungsi sebagai tempat berteduh dari angin dan hujan. Kecuali jubah dan pedang yang diberikan kaisar, di dalam rumahnya tidak ada suatu benda berharga apapun. Kaisar menghadiahkannya rumah besar dekat Xihuamen. Ia berkata, ”Negara kita mengalami banyak penderitaan. Bagaimana mungkin saya, sebagai hamba, mencari kemewahan dan kenyamanan?” Ia dengan tegas menolaknya.

Yu Qian banyak memberi sumbangan besar, tetapi ia tidak pernah menunjukkannya. Suatu ketika ia menang besar di dalam medan perang, Shi Xiang, seorang marsekal, yang sumbangannya lebih kecil daripada Yu Qian, dianugerahi Shihou (pangkat tinggi di dalam masyarakat yang dapat diwariskan kepada anak cucu pada orang yang bersangkutan). Marsekal itu merasa bersalah dan menulis surat kepada kaisar yang merekomendasikan anak Yu Qian, Yu Mian. Kaisar mengeluarkan perintah kerajaan untuk mengundang Yu Mian ke ibukota. Yu Mian berterima kasih kepada kaisar tetapi menolak untuk datang ke ibukota. Yu Qian berkata, ”Negara kita mengalami banyak kesusahan. Sebagai hamba, saya tidak dapat mementingkan kepentingan diri sendiri.” Ia menunjukkan pandangannya dengan tegas, ”Saya tidak dapat membiarkan anakku menyalahgunakan keberhasilan saya.”

Yu Qian mencontoh kepribadian yang setia dan lurus di dalam sejarah sebagai contoh untuk dirinya. Ia menolak untuk menyalahgunakan kekuasaan. Ia adil dan lurus sepanjang hidupnya. Ia menulis dua buah sajak, Angin Utara Bertiup dan Pujian untuk Batu Gamping, menunjukkan aspirasinya. Ketulusan dan jiwa yang tidak kenal takut menjunjung prinsip-prinsip mengalir dalam kata-kata yang tertulis dalam puisinya, prinsip-prinsip kehidupan Yu Qian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s