8 ETOS KERJA UNGGULAN

Etos kerja adalah sesuatu yang sangat mendasar bagi seseorang ketika ia terpanggil menjadi seorang pekerja baik itu secara kewirausahaan ataupun dalam sebuah perusahaan/instansi. Tetapi seringkali orang Kristen tidak memiliki etos kerja yang benar dalam melakukan pekerjaannya bahkan terkesan asal-asalan dan tidak produktif. Oleh karena itu, apabila kita hendak menciptakan suatu etos kerja yang sehat, kita harus berhasil menciptakan suatu etos atau sistem nilai yang baru. Kita sebenarnya telah mempunyai modal yang besar yaitu iman Kristiani yang belum terlampau kita manfaatkan.

Di tahun 2009 ini diharapkan setiap pemuda Kristen bisa melakukan revolusi yang spektakuler dalam pekerjaannya, khususnya secara mendasar diharapkan ada perubahan dalam etos kerja yang selama ini dianut. Pada artikel ini penulis mencoba mengajak semua pembaca untuk mendapatkan pencerahan dari tulisan ini. Berikut ini adalah 8 etos kerja unggulan yang penulis coba sesuaikan dengan panggilan kita sebagai orang Kristen yang sejati :

 

1. Kerja itu suci, kerja adalah panggilanku, aku sangup bekerja benar.

            Suci berarti diabdikan, diuntukkan atau diorientasikan pada Tuhan. Penghayatan kerja semacam ini hanya mungkin terjadi jika seseorang merasa terpanggil. Dengan kesadaran seperti itu maka kerja menjadi sebuah panggilan suci, maka terbukalah perasaan untuk melakukannya secara benar.

 

2. Kerja itu sehat, kerja adalah aktualisasiku, aku sanggup bekerja keras.

            Maksudnya adalah bekerja membuat tubuh, roh dan jiwa menjadi sehat. Aktualisasi berarti mengubah potensi menjadi kenyataan. Aktualisasi atau penggalian potensi ini terlaksana melalui pekerjaan, akibatnya kita menjadi kuat, sehat lahir batin. Maka agar menjadi maksimal, kita akan sanggup bekerja keras bukan kerja asal-asalan.

 

3. Kerja itu anugerah, kerja adalah terima kasihku, aku sanggup bekerja tulus.

            Anugerah adalah karunia yang diberikan oleh Allah. Respon yang tepat adalah bersyukur dan berterima kasih. Ada dua keuntungan dari bekerja sebagai anugerah :

( 1 ). Tuhan memelihara kita, ( 2 ) Disamping secara finansial kita mendapat upah, juga ada kesempatan belajar, menjalin relasi sosial, dsb. Pemahaman demikian akan mendorong untuk bekerja secara tulus.

 

4. Kerja itu mandat, kerja adalah tanggung jawabku, aku sanggup bekerja tuntas.

            Melalui kerja kita menerima mandat. Sebagai pemegang mandat, kita dipercaya, berkompeten dan wajib melaksanakannya sampai selesai. Jika terbukti mampu, kita akan dipercaya dan tanggung jawab akan semakin menguat. Di pihak lain hal ini akan menjadi jaminan sukses pelaksanaan mandat yang akan mengukir prestasi kerja dan pengharapan. Maka tidak ada pekerjaan yang tidak tuntas.

 

5. Kerja itu seni, kerja adalah kesukaanku, aku sanggup bekerja kreatif.

            Apapun yang anda kerjakan pasti ada unsur keindahan, keteraturan, harmoni, artistik seperti halnya seni. Untuk mencapai tingkat penghayatan seperti itu dibutuhkan suatu kreatifitas untuk mengembangkan dan menyelesaikan setiap masalah pekerjaan. Jadi bekerja bukan hanya mencari uang, tetapi lebih dari pada mengaktualisasikan potensi kreatif untuk mencapai kepuasan seperti halnya pekerjaan seni.

 

6. Kerja itu ibadah, kerja adalah pengabdianku, aku sanggup bekerja serius.

            Tuhan mewajibkan manusia beribadah ( secara ritual ) dan beribadah ( dalam artian kerja yang dilakukan untuk Tuhan ). Kerja merupakan lapangan konkrit melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Jadi bekerja harus serius dan sungguh-sungguh agar makna ibadah dapat teraktualisasikan secara nyata sebagai bentuk melayani Tuhan.

 

7. Kerja itu mulia, kerja adalah pelayananku, aku sanggup bekerja sempurna.

            Kemuliaan sejati datang dari pelayanan. Orang yang melayani adalah orang yang mulia. Pekerjaan adalah wujud pelayanan nyata bagi institusi maupun orang lain. Kita ada untuk orang lain, manusia mampu proaktif memikirkan dan berbuat bagi orang lain dan masyarakat. Maka kuncinya ia akan sanggup bekerja sempurna.

 

8. Kerja itu kehormatan, kerja adalah kewajibanku, aku sanggup bekerja unggul.

            Sebagai kehormatan kerja memiliki 5 dimensi : ( 1 ). Pemberi kerja menghormati kita karena memilih sebagai penerima kerja ( 2 ). Kerja memberikan kesempatan berkarya dengan kemampuan sendiri ( 3 ). Hasil karya yang baik memberi kita rasa hormat ( 4 ). Pendapatan memandirikan seseorang sehingga tidak jadi tanggungan atau beban orang lain ( 5 ). Pendapatan bisa menanggung hidup orang lain. Semuanya adalah kehormatan. Maka respon yang tepat adalah menjaga kehormatan itu dengan bekerja semaksimal mungkin untuk menghasilkan mutu setinggi-tingginya. Dengan unggul disegala bidang kita akan memenangkan persaingan.

 

            Akhir kata penulis mengutip kata-kata dari Martin Luther yang terkenal “ Ora est labora “ Berdoa yang benar adalah dengan bekerja sepenuh tanggung jawab bagi orang Kristen yang terpanggil menjadi pekerja. Pekerjaan kita adalah doa kita, ibadah kita, pelayanan kita, pengabdian kita kepada Tuhan. ( zoeproject )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s