Prinsip Hidup

Apa yang dikeluarkan dari dalam hati, akan memenangkan hati orang lain bukan yang dari otak.

Bagaimana enaknya kita hidup? Apakah sembarangan atau teratur? Atau berdasarkan norma-norma yang dianut leluhur kita atau norma-norma kita sendiri? Mana yang kita pilih? Ingin hasil biasa-biasa saja atau luar biasa? Kalau mau luar biasa tentu ada syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah kejujuran sebagian bagian dari integritas hidup.

Negara dan bangsa akan maju sebagai bangsa dan rakyat akan menikmatinya jika ada prinsip kejujuran. Salah satu bangsa yang maju adalah bangsa Jepang. Bangsa Jepang mempunyai dasar karakter yang kuat. Karakter ini tidak diajarkan di sekolah. Pelajaran agama juga tidak diajarkan di Sekolah-sekolah Jepang, tetapi dibentuk sejak mereka kecil. Prinsip moral ini berasal dari kebudayaan Samurai yang terdiri dari 4 karakter yakni yang disebut ON, GIMU, GIRI dan NINJO. Masyarakat Jepang mendapatkannya dari orang tua mau pun masyarakat sekitarnya.

Karakter pertama ON berarti hutang budi. Dengan prinsip ini seseorang akan merasa berhutang jika ada orang berbuat baik terhadap dirinya.”Jika seorang berbuat baik kita harus membalas kebaikan tersebut” itulah prinsip mereka.

Yang kedua adalah GIMU berarti kewajiban. Jika seorang berhutang budi ia berkewajiban untuk membayarnya kembali.

Yang ketiga adalah GIRI yang artinya kebaikan. Dengan prinsip ini, seseorang akan membantu teman dekatnya bila dia butuh pertolongan, dan berusaha membantunya dengan cara apa pun.

Yang terakhir adalah NINJO yang artinya adalah rasa kasih sayang. Prinsip ini mengajarkan rasa empati terhadap sesama manusia.Keempat unsur ini adalah semacam kewajiban sosial yang harus dimiliki rakyat Jepang.

Kejujuran adalah salah satu prinsip mereka.Misalnya pada tanggal 29 September 2011 seorang menemukan amplop berisi uang 10 juta yen atau sekitar 1.1.M di toilet umum, Ia langsung mengembalikannya kepada polisi, tidak dikantonginya. Ternyata pemiliknya memang sengaja menaruh uang di toilet dengan tujuan untuk disumbangkan bagi korban gempa bumi Maret 2011 yang lalu. Berbicara keikhlasan, mungkin ini model baru, di Jepang dimana si penyumbang tidak menyebutkan namanya dan hanya berpesan di secarik kertas “Saya tinggal sendirian dan tidak butuh uang ini. Mohon uang ini diberikan kepada korban bencana tsunami”. Berita ini disiarkan oleh BBC. Akhirnya uangnya berlabuh di kantor polisi Tokyo dan polisi memberikannya ke Palamg Merah jika dalam waktu tiga bulan tidak ada yang mengklaim uang tersebut.

1. Berpeganglah pada sebuah prinsip
Prinsip hidup kalau sudah mendarah daging tidak perlu ada polisi, guru, pasangan hidup atau orang tua yang mengawasinya. Ini namanya integritas. Manusia berintegritas dengan sendirinya akan taat pada prinsip yang dipegangnya termasuk prinsip agamanya.

Mungkin kisah sederhana berikut ini dapat dipelajari. Waktu George Washington kecil di kebunnya ada sebuah pohon cherry yang sangat disayangi ayahnya. George sering bermain disana dan suka memotong motong dahan pohon cherry itu dengan kapaknya. Rupanya pohon yang sering dikapa itu akhirnya mati. Ayahnya bertanya pada seluruh keluarga siapa yang mematikan pohonnya.Semuanya terdiam, namun George maju dan mengaku bahwa dialah yang membuat pohon itu mati. Ayahnya tidak marah dan berkata,”kejujuranmu itu sanghat berharga, lebih berharga dari pohon yang batangnya dari perak dan buahnya dari emas”. Itulah harga dari suatu kejujuran.

2.Prinsip adalah dasar yang kuat
Orang Jepang berpegang pada prinsip budaya mereka seperti bekerja keras, mau hidup hemat, loyal, inovatif, pantanag menyerah, gemar membaca dan menjaga tradisi ditengah modernisasi. Kerja keras mereka dibuktikan dengan jumlah kerja pegawai Jepang adalah 2.450 jam/tahun . Di tempat penginapan kami ada orang Jepang tinggal namun Sabtu Minggu juga kerja, tidak heran orang Jepang dalam 9 hari bisa menyelesaikan 1 mobil dibandingkan orang Barat yang membutuhkan 47 hari untuk mengerjakan mobil yang sama.

3.Kejujuran adalah modal utama
Waktu tsunami terjadi warga korban tsunami menemukan selembar cek senilai Rp.359 juta. Seorang wanita menemukan unag tunai sebanyak 233 juta, ada cek senilai 11.6 milyar yang ditemukan dalam brankas dan berbagai penmuan lainnya senilai 700 miliar rupiah. Walaupun yang menemukan adalah korban tsunami yang tidak memiliki rumah, makanan dan tidur dipenampungan, namun tidak ada satu pun uang tersebut yang mereka ambil. Semua diserahkan pada polisi karena prinsip hidup mereka tidak boleh memiliki barang yang bukan milik sendiri. Luar biasa, Kita harus belajar dari prinsip mereka agar dapat maju.

Presiden Thomas Jefferson berkata,”Kejujuran adalah bab pertama dari buku kebijakan”

Kita bisa mengajarkan hal yang baik kepada anak-anak, keluarga atau pegawai kita, walaupun gerakan kita seperti setetes air di tengah laut, jangan kuatir beberapa tetes air lama-lama dapat membuat gelombang. Apakah anda juga mau menjadi contoh ditengah hiruk pikuk keputusasaan bangsa kita. Mari kita mencoba,

Integritas berbicara kebenaran terhadap diri kita, Kejujuran menceritakan kebenaran kita pada orang lain.

Spencer Johnson

3 thoughts on “Prinsip Hidup

  1. Ping-balik: Karakter dan prinsip orang jepang | anieristyan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s